Tribun

Seleksi Pimpinan KPK

Ketua Pansel Sebut Capim 'Bersih' Bukan Berarti Tidak Memiliki Catatan Buruk

Yenti mengatakan nama Capim yang disebut memiliki rekam jejak yang bersih belum tentu tidak memiliki catatan buruk.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Fajar Anjungroso
Ketua Pansel Sebut Capim 'Bersih' Bukan Berarti Tidak Memiliki Catatan Buruk
Tribunnews.com/Reza Deni
Ketua Pansel Capim KPK, Yenti Garnasih mengakui menjadi Pansel KPK adalah tugas terberatnya. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yenti Garnasih angkat bicara mengenai keraguan banyak pihak terhadap proses dan hasil seleksi.

Sebelumnya Indonesia Corruption Watch ( ICW) menilai terdapat beberapa nama dari 10 Capim KPK yang memiliki rekam jejak yang buruk dalam pemberantasan korupsi.

Menurut Yenti proses seleksi pada tingkat Pansel sudah rampung, dan 10 nama yang disetorkan Presiden ke DPR merupakan yang terbaik.

Yenti mengatakan dalam melakukan seleksi pihaknya tidak bisa hanya mengikuti desakan pihak lain, karena Pansel juga mempunyai penilaian sendiri.

"Kita juga banyak proses-proses sudah dilakukan semua juga kita pertimbangkan. Pertimbangan itu kan tidak semua dari yang menyampaikan saja. Ada juga pertimbangan lain kan, pertimbangan dari kami juga punya kan," ujar Yenti di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (9/9/2019).

Yenti mengatakan nama Capim yang disebut memiliki rekam jejak yang bersih belum tentu tidak memiliki catatan buruk.

Oleh karena itu pihaknya tidak bisa memaksakan keingininan dari sejumlah elemen masyarakat dalam seleksi Capim KPK.

Baca: Rekam Jejak Capim KPK Disoal Komisi III, Ini Jawaban Pansel

"Misalnya enggak ada permasalahan bukan berarti engga ada catatannya. Kami juga ada catatannya. Okelah sudah kita lakukan sesuai prosedur yang ada peraturan yang ada sesuai dengan tahapan yang kita lakukan," tuturnya.

Yenti mengklaim bahwa Pansel sangat Indenpeden dalam melakukan seleksi. Pansel telah bertugas sesuai dengan amanah dan tugas yang diberikan. Pansel menurut Yenti akan terbuka terhadap pertanyaan seputar seleksi.

"Apa yang kita lakukan kemudian hasilnya begitu. Kemudian independensi Pansel juga tetap terjaga kita melakukan sesuai dnegan amanah yang diberikan ke kita," pungakasnya.

Adapun 10 nama calon pimpinan KPK yang diserahkan Presiden Jokowi dan nantinya dikirim ke DPR untuk uji kelayakan dan kepatutan, di antaranya :

1.Alexander Marwata – (Komisioner KPK)
2. Firli Bahuri – (Anggota Polri)
3. I Nyoman Wara – (Auditor BPK)
4. Johanis Tanak – (Jaksa)
5. Lili Pintauli Siregar – (Advokat)
6. Luthfi Jayadi Kurniawan – (Dosen)
7. Nawawi Pomolango – (Hakim)
8. Nurul Ghufron – (Dosen‎)
9. Roby Arya – (PNS Sekretaris Kabinet)
10. Sigit Danang Joyo – (PNS)

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas