Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

OTT di Lampung Tengah

Pengusaha Budi Winarto Didakwa Beri Suap Rp 5 Miliar Kepada Mantan Bupati Lampung Tengah

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK mendakwa Budi Winarto, Direktur PT Sorento Nusantara, menyuap mantan Bupati Lampung Tengah, Mustafa, senilai Rp 5 M

Pengusaha Budi Winarto Didakwa Beri Suap Rp 5 Miliar Kepada Mantan Bupati Lampung Tengah
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus suap terhadap anggota DPRD Lampung Tengah yang juga Bupati nonaktif Lampung Tengah, Mustafa menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (21/5/2018). Sidang tersebut beragenda mendengarkan keterangan saksi. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK mendakwa Budi Winarto, Direktur PT Sorento Nusantara, menyuap mantan Bupati Lampung Tengah, Mustafa, senilai Rp 5 miliar.

Sidang pembacaan surat dakwaan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (9/9/2019).

JPU pada KPK, Ali Fikri, mengatakan Budi Winarto memberikan suap kepada Mustafa melalui Taufik Rahman, selaku Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Lampung Tengah.

"(pemberian suap,-red) dengan maksud supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya," ungkap Ali Fikri, saat membacakan surat dakwaan.

Baca: Hindari Resesi Ekonomi di Dalam Negeri, Pengamat Sarankan OJK Lakukan Hal Ini

Dia menjelaskan, pemberian suap itu ditujukan agar Mustafa melalui Taufik Rahman memberikan proyek pekerjaan jalan di Kabupaten Lampung Tengah.

Padahal, kata dia, perbuatan Mustafa itu bertentangan dengan kewajibannya yaitu kewajiban Mustafa selaku Penyelenggara Negara untuk tidak melakukan perbuatan korupsi, kolusi, dan nepotisme sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 5 angka 4 dan angka 6 Undang-Undang No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Atas perbuatan itu, terdakwa diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UndangUndang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Baca: Peragakan Saat Nembak Evelyn, Roy Kiyoshi Malu-malu: Ternyata Ini Nama Sayang Keduanya!

Sebelumnya, JPU pada KPK mendakwa Simon Susilo menyuap mantan Bupati Lampung Tengah, Mustafa Rp 7,5 miliar.

Untuk diketahui, KPK juga telah menetapkan kembali Bupati Lampung Tengah Mustafa sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi terkait proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungannya tahun anggaran 2018.

Dalam kasus ini, Mustafa diduga menerima fee dari ijon proyek-proyek di lingkungan Dinas Bina Marga dengan kisaran fee sebesar 10 persen hingga 20 persen dari nilai proyek.

Baca: Ini Daerah-daerah di Wilayah Indonesia yang akan Alami Hari Tanpa Bayangan, Catat Tanggalnya

Total, Mustafa diduga telah menerima suap dan gratifikasi sekira Rp95 miliar dalam kurun waktu Mei 2017 hingga Februari 2018.

Sebagian uang Rp95 miliar tersebut diduga berasal dari Budi Winarto dan Simon Susilo.

Kedua pengusaha itu disinyalir menyuap Mustafa untuk mendapatkan proyek di lingkungan Lampung Tengah.

Adapun, proyek yang akan digarap berasal dari dana pinjaman daerah tahun anggaran 2018.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...

Berita Terkait :#OTT di Lampung Tengah

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas