Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Polri Pastikan Kabut Asap di Malaysia dan Singapura Bukan Berasal dari Indonesia

Mabes Polri membantah kabut asap di Malaysia dan Singapura berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Indonesia.

Polri Pastikan Kabut Asap di Malaysia dan Singapura Bukan Berasal dari Indonesia
Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (9/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri membantah kabut asap di Malaysia dan Singapura berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Indonesia.

"Kemarin sudah diinformasikan BNPB bahwa kabut asap yang ada di Malaysia dan Singapura itu bukan dari Indonesia, sudah dipastikan bukan dari Indonesia. Tapi update hari ini belum (diketahui, - red)," ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (13/9/2019).

Meski demikian, Dedi tidak menampik bila kawasan Indonesia bagian barat masih mendominasi titik api atau hotspot.

Baca: Cerita Warga Pekanbaru yang Takut Keluar Rumah karena Kabut Asap

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah tersebut menuturkan, Riau, Jambi dan Kalimantan Tengah adalah wilayah dengan jumlah titik api paling banyak.

"Ya, kalau Sumatera masih mendominasi, khususnya daerah Riau dan Jambi. Cuma kan sudah mulai turun. Kalau Kalimantan sudah mulai turun hujan, Kalimantan yang paling mendominasi hanya Kalimantan Tengah," katanya.

Sebelumnya diberitakan, kabut asap menyelimuti negeri jiran, Malaysia.

Kualitas udara di sejumlah wilayah Malaysia, seperti Selangor dan Kuala Lumpur memburuk akibat kabut asap atau jerebu dalam bahasa melayu.

Baca: Airlangga Hartarto Gelar Konsolidasi Dengan Seluruh Kader Golkar yang Jadi Pimpinan DPRD

Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad akan menulis surat kepada Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan keprihatinannya tentang kabut asap lintasbatas negara yang terjadi.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Lingkungan Hidup Malaysia, Kamis (12/9/2019), seperti dilansir TribunBatam.id dari Reuters.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas