Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kabinet Jokowi

Jokowi Baca 'Sinyal' Bahlil Ingin Jadi Menterinya

Menurut Jokowi, Bahlil yang merekomendasikan Muhammad Lufli dan Rosan Roeslani pantas menjadi menteri, hanya sebagai pengalihan agar dirinya ditunjuk

Jokowi Baca 'Sinyal' Bahlil Ingin Jadi Menterinya
TRIBUN/HO
Ketum HIPMI 2015-2018 Bahlil Lahadalia (tengah), Sekretaris Organizing Committe Yuke Yurike (kiri), Ketua Steering committe Anggawira (dua kiri), Ketua Organizing Committe Umar Lessy (dua kanan), Wakil Ketua OC Irvan Nugroho Wicaksono (kanan) berfoto bersama usai menyampaikan konferensi pers terkait pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ke-XVI di kantor BPP HIPMI, Jakarta, Kamis (13/9/2019). Munas HIPMI yang akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo tersebut beragendakan pemilihan ketua umum BPP HIPMI akan diikuti tiga kandidat dan dialog ekonomi di era revolusi industri 4.0. TRIBUNNEWS/HO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menangkap sinyal Ketua Umum Hipmi Bahlil Lahadalia ingin menjadi menterinya pada periode mendatang. 

Hal tersebut disampaikan Jokowi setelah mendengar sambutan Bahlil saat acara Munas Hipmi XVI di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (16/9/2019).

Menurut Jokowi, Bahlil yang merekomendasikan Muhammad Lufli dan Rosan Roeslani pantas menjadi menteri, hanya sebagai pengalihan agar dirinya ditunjuk sebagai menteri

"Saya tahu, adinda Bahlil ini pinter. Sebetulnya beliau menyorongkan diri sendiri. Tapi ditutup oleh beliau berdua tadi, biar enggak kelihatan, tapi kelihatan sekali," ujar Jokowi yang disambut tawa para hadiri. 

"Saya nangkep, saya nangkep, saya nangkep. Beliau berdua pesaingmu loh," sambung Jokowi. 

Baca: Novel Baswedan: Ada Persekongkolan Para Pejabat Hancurkan KPK

Saat memberikan sambutan, Bahlil mengenalkan sosok seperti Lutfi, Rosan, sejumlah pengusaha nasional yang cukup pantas menduduki posisi menteri agar perekonomian Indonesia bisa bergerak lebih cepat lagi. 

"Hipmi minta menterinya pro pengusaha, kalau enggak ada, bisa juga Hipmi berikan rekomendasi," ujar Bahlil.

Nama Bahlil, memang kerap disebut Jokowi seorang yang cocok menjadi menteri karena dinilai berani mengeksekusi dengan cepat. Pertama, kali Jokowi menyebut Bahlil, saat menghadiri acara berbuka puasa tahun ini. 

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Berita Terkait :#Kabinet Jokowi

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas