Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

‎Jokowi: Belum-belum Sudah Bilang Antek Aseng, Itu Emosi Keagamaan

Jokowi mengingatkan jangan sampai belum apa-apa kehadiran orang asing yang ingin bekerja sama dengan pemerintah langsung dicap antek asing.

‎Jokowi: Belum-belum Sudah Bilang Antek Aseng, Itu Emosi Keagamaan
Warta Kota/henry lopulalan
Presiden Joko Widodo (dua kiri) didampingi Mensesneg Pratikno (kiri) menjawab pertanyaan wartawan terkait revisi UU KPK di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/9/2019). Presiden menyatakan mendukung sejumlah poin dalam draf revisi UU KPK diantaranya kewenangan menerbitkan SP3, pembentukan Dewan Pengawas KPK dari unsur akademisi atau aktivis anti korupsi yang akan diangkat langsung oleh presiden, ijin penyadapan dari dewan pengawas internal KPK serta status pegawai KPK sebagai aparatur sipil negara. Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Jokowi meminta masyarakat mampu mengelola perbedaan di internal bangsa.

Diantaranya mampu mengelola kehadiran orang asing yang ingin bekerja sama dengan Indonesia.

Jokowi mengingatkan jangan sampai belum apa-apa kehadiran orang asing yang ingin bekerja sama dengan pemerintah langsung dicap antek asing.

"Jangan belum-belum sudah antek asing, antek aseng. Itu namanya emosi keagamaan, bukan cinta keagamaan," tegas Jokowi saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Forum Titik Temu 'Kerja Sama Multikultural untuk Persatuan dan Keadilan', di Hotel Double Tree Hilton, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (18/9/2019).

Baca: Presiden Jokowi: Emosi Keagamaan Dihilangkan, Tingkatkan Cinta Keagamaan

‎Jokowi melanjutkan kemajemukan adalah sebuah kebutuhan.

Dia meyakini kemajemukan akan membuat bangsa semakin kaya imajinasi untuk berinovasi.

Selain itu kemajemukan juga baakal membuat bangsa semakin matang dan dewasa dalam bertindak.

"Masyarakat harus terbuka atas kehadiran orang asing yang berasal dari negara lain jika mau mengundang wisawatan hingga investor untuk mendongkrak ekonomi Indonesia," paparnya.

Jokowi menambahkan di masa depan keberhasilan sebuah negara dan masyarakat sangat ditentukan oleh derajat penerimaannya terhadap kemajemukan.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas