Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

‎Presiden Jokowi: Baru Rencana Undang Rektor Asing Saja, Saya Sudah Disebut Antek Asing

Awalnya, Presiden Jokowi menjelaskan bagaimana Uni Emirat Arab yang dulunya tertutup kini menjadi makmur dan maju bahkan menjadi ikon kemajuan dunia.

‎Presiden Jokowi: Baru Rencana Undang Rektor Asing Saja, Saya Sudah Disebut Antek Asing
Tribunnews.com/Theresia Felisiani
Presiden Jokowi meresmikan pembukaan Forum Titik Temu "Kerja Sama Multikultural untuk Persatuan dan Keadilan", Rabu (18/9/2019) pagi di Makara Ballroom, Hotel Dauble Tree Hilton, Cikini, Jakarta Pusat. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Presiden Jokowi menyinggung soal dirinya yang kembali disebut-sebut sebagai antek asing.

Jokowi menjelaskan hal tersebut saat meresmikan pembukaan Forum Titik Temu "Kerja Sama Multikultural untuk Persatuan dan Keadilan", Rabu (18/9/2019) pagi di Makara Ballroom, Hotel Dauble Tree Hilton, Cikini, Jakarta Pusat.

Awalnya, Presiden Jokowi menjelaskan bagaimana Uni Emirat Arab yang dulunya tertutup kini menjadi makmur dan maju bahkan menjadi ikon kemajuan dunia.

"Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan cerita sendiri bagaimana dulu negaranya tertutup, tahun 60 mereka naik onta sekarang mereka jadi ikon kemajuan dunia," ungkap Jokowi.

Baca: Presiden Jokowi: Emosi Keagamaan Dihilangkan, Tingkatkan Cinta Keagamaan

Jokowi melanjutkan dari perbincangan empat matanya dengan ‎Presiden Zayed, diketahui kunci utama transformasi di Uni Emirat Arab adalah keterbukaan dan toleransi. Itu saya dapatkan langsung dari beliau.

"Tahun ini disana menyebut sebagai tahun toleransi. Mereka undang Perguruan Tinggi ternama dunia termasuk rektor, dosen dan guru hebat. Di sini saya baru ide dan gagasan dikit saja. Gimana kalau tiga perguruan tinggi atau akademisi  ‎kita pakai rektor asing. Tapi ini belum loh, baru bicara begitu. Sudah langsung Presiden Jokowi katanya antek asing," tutur Jokowi.

Pernyataan Jokowi tersebut sontak mengundang gelak tawa tamu hadiran.

Banyak diantara mereka yang memberikan tepuk tangan untuk Jokowi.

"Ternyata tidak mudah terapkan keterbukaan dan toleransi di negara ini, ya karena antek-antek tadi," tambah Jokowi.

Baca: Viral! Foto Sepatu Jokowi Sebelum dan Sesudah Mengunjungi Lokasi Kebakaran Hutan

‎Sebelumnya, Jokowi meminta masyarakat tidak perlu meributkan rencana Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang akan merekrut rektor perguruan tinggi dari warga negara asing.

Pasalnya, jumlah perguruan tinggi di Indonesia sangat banyak dan yang akan rencananya dipimpin rektor dari luar negeri hanya beberapa tidak seluruh perguruan tinggi.

"Kita ini kan mempunyai perguruan tinggi, politeknik, akademi. Kalau data yang saya miliki ada 4.700-an. Ya kalau kita memberikan ruang atau peluang untuk rektor asing kenapa tidak? Wong hanya satu, dua, tiga saja kok dari 4.700," tegas Jokowi.

Jokowi menyatakan langkah terobosan memang sangat perlu dilakukan.

Meski mengejutkan, lompatan tersebut mau tidak mau harus menjadi pilihan.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas