Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Aksi Kamisan di Seberang Istana Tetap Tidak Dilirik Jokowi

‎Ratusan orang berpakaian hitam berkumpul melingkar di sebrang Istana Negara Jakarta, tempat Presiden Jokowi berkantor, Kamis (5/9/2019) sore.

Aksi Kamisan di Seberang Istana Tetap Tidak Dilirik Jokowi
Tribunnews.com/ Theresia Felisiani
Suasana aksi Kamisan, ratusan orang menggunakan pakaian hitam menuntut penuntasan pelanggaran HAM berat, Kamis (19/9/2019) sore di sebrang Istana Negara. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Ratusan orang berpakaian hitam berkumpul melingkar di sebrang Istana Negara Jakarta, tempat Presiden Jokowi berkantor, Kamis (5/9/2019) sore.

Mereka berbaur baik yang sudah beruban maupun yang muda hingga beberapa yang masih menggunakan seragam Sekolah Menengah Atas atau SMA.

Dengan menenteng poster tuntutan aksi serta payung hitam khas aksi Kamisan, mereka terus memekikan: Hidup Korban, Jangan Diam, Lawan.... Lawan, Jangan Diam.

Aksi sore ini, merupakan aksi ke 602 yang digelar di depan Istana Negara.

Baca: Banyak Pemandu Karaoke di Banjarnegara Idap HIV, Bupati akan Gencarkan Razia Tempat Karaoke

Tuntutannya tetap sama, meminta Presiden Jokowi menuntaskan kasus pelanggaran HAM berat.

"Kamis ini ‎aksi yang ke 602, tetap saja kasus pelanggaran HAM berat tidak dilirik. Bahkan penuntasannya tidak ada. Tidak ada yang mau lihat lagi ke pelanggaran HAM berat. Mungkin bagi mereka, ya sudah lah. Tapi kita tetap menuntut," ucap orator aksi melalui pengeras suaranya.

Suasana aksi Kamisan, ratusan orang menggunakan pakaian hitam
Suasana aksi Kamisan, ratusan orang menggunakan pakaian hitam menuntut penuntasan pelanggaran HAM berat, Kamis (19/9/2019) sore di sebrang Istana Negara.

Selain menyuarakan tuntutan, aksi Kamisan juga diisi dengan refleksi soal kasus pelanggaran HAM masa lalu dari perwakilan KontraS dan YLBHI.

Sederet isu-isu baru juga ditampilkan seperti revisi UU KPK yang telah disahkan DPR hingga penolakan RKUHP yang hari ini dibahas anggota dewan.

Baca: Ketakutan Evelyn Nada Anjani Apabila Bertemu Aming

"Hari ini teman-teman kita juga bergabung dengan mahasiswa di DPR, protes RKUHP. Wakil rakyat tidak punya sensitivitas pada keinginan publik.‎ Tidak ada kata lain, kita harus lawan. Dengan RKUHP disahkan, teman-teman mungkin bisa jadi korban, kita semua bisa dipidana," tambah orator aksi.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas