Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

G30S/PKI, Dugaan Kudeta Merangkak Mayjend Soeharto dan Pembangkangan Perintah Soekarno

Tanggal 30 September merupakan hari bersejarah bagi Indonesia. 30 September juga dikenal sebagai aksi pembantaian para perwira tinggi Republik ini, o

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: ade mayasanto
zoom-in G30S/PKI, Dugaan Kudeta Merangkak Mayjend Soeharto dan Pembangkangan Perintah Soekarno
Dok Kompas
Presiden RI Pertama, Soekarno 

TRIBUNNEWS.COM - Tanggal 30 September merupakan hari bersejarah bagi Indonesia.

30 September juga dikenal sebagai aksi pembantaian para perwira tinggi Republik ini, oleh Partai Komunis Indonesia.

Banyak cerita tersaji dibalik gerakan yang dikenal dengan sebutan G30S/PKI.

Diantaranya, cerita kemarahan Soekarno atas pembankangan yang dilakukan Mayjend Soeharto, yang kemudian menggantikannya sebagai Presiden Republik Indonesia.

Soeharto berperan besar dalam penumpasan G/30/S/PKI.

Namun, bukannya senang, Soekarno malah kecewa dan marah besar pada Soeharto karena beberapa alasan tertentu.

Pada 1 Oktober 1965, Jakarta tengah dicekam aksi G/30/S/PKI, sekitar pukul 09.00 WIB, para pengawal membawa Soekarno ke Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta Timur.

Rekomendasi Untuk Anda

Dilansir dari buku Sewindu Dekat Bung Karno, Bambang Widjanarko, PT Gramedia, 1988

Para pengawal itu terdiri dari sejumlah personel Cakrabirawa berpakaian preman yang dipimpin Kolonel Malwi Saelan, serta sejumlah polisi anggota Datasemen Kawal Pribadi (DKP) dipimpin Kompol Mangil.

Pengawal membawa Soekarno ke Lanud Halim Perdanakusuma merupakan prosedur penyelamatan standar.

Karena dari Lanud Halim Perdanakusuma, Soekarno bisa terbang ke mana saja menggunakan pesawat kepresidenan Jet Star.

Baca berita selengkapnya di >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Sumber: Tribun Kaltim
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas