Masinton Kecewa Keponakan Prabowo Batal Pimpin Doa saat Penutupan Sidang MPR
Masinton Kecewa Keponakan Prabowo Batal Pimpin Doa saat Penutupan Sidang MPR
Editor:
Rachmat Hidayat
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Politisi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu keberatan lantaran yang batal memimpin doa saat penutupan sidang MPR, Jumat (27/9/2019) kemarin.
Baca: Intip Foto Jill Gladys Usai Resmi Jadi Istri Pengusaha Billy Soelaiman
"Sebagai anggota MPR RI saya keberatan atas sikap pimpinan MPR RI yang menolak pembacaan doa yang akan disampaikan oleh Anggota MPR RI Saraswati Djoyohadikusumo dalam Sidang Paripurna Akhir Masa Jabatan Periode 2014-2019," kata Masinton Sabtu (28/9/2019).
'Kenapa pimpinan MPR RI menolak?Apa karena Saras berjenis kelamin perempuan dan agamanya berbeda dengan Ketua MPR?" ia mempertanyakan.
Baca: Ketua MPR Klarifikasi atas Kecewanya Keponakan Prabowo yang Batal Bacakan Doa
Harusnya, kata Masonton sebagai pimpinan MPR RI sudah memiliki pemahaman Paripurna tentang gender dan kebhinekaan.
Anggaran MPR RI untuk sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan mencapai 400 miliar rupiah pertahunnya.
Baca: Saraswati Kagumi Pengabdian Sosok Ulama ini
Terbesar penggunaan anggaran tersebut adalah untuk kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan oleh pimpinan MPR RI.
"Berarti selama ini sosialisasi 4 pilar kebangsaan yang dilaksanakan oleh Pimpinan MPR RI ke berbagai daerah Indonesia hanya lips service (basa-basi) dan penghamburan anggaran dalam jumlah besar," kata dia.
Baca: Paripurna Akhir Masa Jabatan, MPR Sahkan Tatib 10 Pimpinan
"Karena dalam praktek kenegaraannya pimpinan MPR RI tidak menerapkan keteladanan 4 Pilar Kebangsaan dalam Sidang Paripurna MPR RI," lanjut Masinton.
Sebagai anggota DPR terpilih dan sebagai anggota MPR RI Masinton menegaskan akan usulkan tidak memilih pimpinan MPR RI yang anti gender dan anti kebhinnekaan.