Syarat Erick Thohir jika Dipinang Jokowi Masuk Kabinet
Sarat Erick Thohir jika Dipinang Jokowi jadi Menteri. Berikut petikan wawancara khusus Erick Thohir dengan Tribunnews.com, di kawasan Kuningan
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Rachmat Hidayat
![Syarat Erick Thohir jika Dipinang Jokowi Masuk Kabinet](https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/wawancara-khusus-tribunnews-dengan-erick-thohir_20191001_003909.jpg)
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Mantan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Kiai Maruf Amin, Erick Thohir membantah kabar yang menyebut dirinya ditawari posisi sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) oleh Presiden Jokowi.
Bahkan, Erick memastikan pembicaraan soal posisi menteri untuk dirinya tidak pernah ada.
Anggota IOC (Komite Olimpiade Internasional) ini pun mengaku sedang fokus dengan bisnis olahraganya.
Baca: Erick Thohir Ogah Dipanggil Om oleh Anak-anaknya
Sehingga, ia pun memilih untuk tidak mau membicarakan soal posisi menteri. Meski demikian, Erick memberi isyarat tidak menolak jika tawaran posisi menteri itu datang kepadanya. Namun, pria kelahiran Jakarta, 30 Mei 1970 ini punya syarat khusus apabila dirinya masuk dan mengisi posisi menteri di kabinet periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi.
Ia sadar dalam mengelola sebuah kementerian tidak lah mudah. Sebab, banyak yang harus dikerjakan dalam 5 tahun kedepan. Untuk itu, ia harus mempersiapkan 'tim khusus' untuk merancang program kerja dan capaian apa yang akan dilakukan dalan waktu 5 tahun kedepan.
Sarat Erick Thohir jika Dipinang Jokowi jadi Menteri
Baca: Erick Tohir Mengenal Jokowi: Pekerja Keras, One of a Kind
Bos Mahaka Group ini pun menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi. Ia percaya, presiden akan memilih menteri yang akan siap menjawab tantangan bangsa Indonesia kedepan.
Baca: Erick Tohir bilang Siapapun Pimpinan KOI Mendatang Bakal Hadapi Tantangan Berat
Berikut petikan wawancara khusus Erick Thohir dengan Tribunnews.com, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (30/9/2019) lalu.
![Pengusahan Erick Thohir saat melakukan wawancara khusus dengan tribunnews.com, di Jakarta, Senin (30/9/2019). Wawancara tersebut seputar aktivitas Erick Thohir saat ini dan juga isu dirinya yang dicalonkan menjadi menteri dikabinet Jokowi periode kedua. TRIBUNNEWS/HERUDIN](https://cdn-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/wawancara-khusus-erick-thohir-dengan-tribunnews_20191001_003351.jpg)
Tribunnews:
Kabarnya bapak ditawari Menteri BUMN dan Menpora? Benar pak?
Erick Thohir:
Nah, kan enggak benar kan. Engga benar, enggak ada tawaran itu. Enggak ada tawaran itu. Tidak ada tawaran itu.
Tribunnews:
Atau kalau disuruh Pak Erick pilih deh, Pak Erick cocoknya dimana?
Erick Thohir:
Tergantung kita lihat timnya. Kan kita enggak mungkin kita bekerja sendiri. Memang kita superman.
Tribunnews:
Atau Pak Erick ya sudah, tentukan timmu?
Erick Thohir:
Haha, saya rasa tidak seperti itu lah. Saya lebih baik karena hari ini fokusnya seperti ini saya jalankan yang fokus.
Kalau kedepan ada ajakan ya kita duduk, blueprintnya seperti apa, timnya seperti apa karena suksesnya kita itu karena kerja sama tim. Dan saya rasa ini yang terpenting jangan sampai juga 5 tahun yang akan datang juga kita tidak bisa kontribusi.
Baca: Rano Karno Yakin Menang 60 Persen, Erick Tohir Sebut Kemenangan di Banten Penting
Sama dengan anggaran eduksi yang nilainya mencapai 500 triliun rupiah jangan sampai juga tidak menghasilkan sumber daya manusia (SDM) kita yang baik, apalagi dengan industri 4.0 kita ini harus maping mana kondusi-kondisi yang tidak menguntungkan kita dan kita harus merubah pola pikir kita.
Tribunnews:
Pak Erick, apakah diminta sumbang saran ke Pak Jokowi untuk membahas menteri?
Erick Thohir:
Saya rasa kalau saya diminta sumbang saran pasti saya sampai dan tentu saya percaya beliau masih pemimpin yang terbaik dan saya yakin juga beliau juga akan membentuk kabinet yang tadi kompak.
Karena memang penting sekali ke depan tantangan kita cukup berat dan saya harapkan juga figur-figur jangan yang conflict of interest. Ya sudah, tinggalkanlah kepentingan pribadi.