Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Presiden Jokowi Perintahkan Kepala BNPB Kembali ke Ambon

Secara khusus, Doni mengimbau semua pihak di berbagai daerah tidak melempar isu yang kiranya tidak bisa dijamin kebenarannya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Presiden Jokowi Perintahkan Kepala BNPB Kembali ke Ambon
BNPB
Para pengungsi dampak gempa Ambon. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Presiden Jokowi memerintahkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo kembali ke Ambon, Maluku.

Diketahui belakangan beredar kabar bohong atau hoax bakal terjadi gempa susulan yang lebih besar disertai tsunami. Kabar ini membuat jumlah warga yang mengungsi ke lokasi penampungan terus menerus bertambah.

"‎Malam ini saya diperintahkan presiden untuk kembali ke Ambon. Sejak 26 September lalu belum 24 jam saya sudah ke Ambon untuk pastikan penanganan berjalan maksimal. Kami pastikan semua proses penanganan bencana bisa terlaksana dengan baik," ungkap Doni, Selasa (8/10/2019) di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta.

Secara khusus, Doni mengimbau semua pihak di berbagai daerah tidak melempar isu yang kiranya tidak bisa dijamin kebenarannya.

Baca: Prabowo yang Tentukan Gerindra Jadi Oposisi Atau Gabung ke Pemerintahan

Karena sampai dengan saat ini, belum ada satu pun teknologi atau lembaga yang bisa prediksi kapan terjadi gempa ataupun tsunami.

"Kami imbau kepada saudara-saudara di berbagai daerah tidak melempar isu yang kiranya tidak bisa dijamin kebenarannya," tutur Doni.

"Sekiranya dengan semua informasi yang disampaikan pemerintah hingga pimpinan daerah bisa diikuti oleh masyarakat kita. Kita semua prihatin dan tidak ada yang ingin kesulitan. Kami berusaha beri informasi yang benar," tegasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Terakhir Doni menyampaikan update perkembangan di Maluku. Sampai dengan Senin (7/10/2019) malam, korban jiwa ada 39 orang, luka berat dan ringan ada 1.578. Sementara itu, jumlah pengungsi mencapai 170.900 jiwa.

Kemudian rumah rusak berat terdata ada 1.273 unit, rusak sedang 1.837 dan rusak ringan ada 3.245. Fasilitas umum yang rusak sebanyak 512 unit.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas