Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Arteria Dahlan Tak Masalah Dicibir Kurang Sopan, Dia Malah Sebut Emil Salim Dimanfaatkan

"Saya hanya sayangkan seorang tokoh senior yang saya hormati, dimanfaatkan untuk mengutarakan hal yang sebenarnya di luar kapasitas beliau," katanya

Arteria Dahlan Tak Masalah Dicibir Kurang Sopan, Dia Malah Sebut Emil Salim Dimanfaatkan
KOMPAS.com/Kristian Erdianto
Anggota DPR RI dari Fraksi PDI-P Arteria Dahlan saat menjadi pembicara dalam diskusi Respublica Political Institute bertajuk Perppu Ormas dan Ancaman Radikalisme di Megawati Institute, Jakarta Pusat, Selasa (17/10/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Arteria Dahlan mengaku tak ambil pusing apabila sikapnya saat berdebat dengan Emil Salim dalam acara "Mata Najwa" di Trans 7 dianggap kurang sopan.

Malah, Arteria dahlan menilai Emil Salim yang merupakan tokoh senior ini dimanfaatkan untuk berbicara terkait Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi hasil revisi.

Baca: Begini Bentuk Kunai, Senjata Ninja yang Dipakai Menusuk Ketua PB PBSI, Wiranto

"Saya hanya sayangkan seorang tokoh senior yang saya hormati, dimanfaatkan untuk mengutarakan hal-hal yang sebenarnya di luar kapasitas beliau," kata Arteria saat dihubungi, Kamis (10/10/2019).

Arteria Dahlan menjelaskan, dalam acara tersebut awalnya ia berdebat dengan sopan.

Namun, kata dia, ada yang merancang bahwa Emil yang tidak memiliki latar belakang hukum dan tak memahami materi revisi UU KPK berpendapat keliru dan menyerang DPR.

"Sudah dicoba untuk diklarifikasi tapi justru menyerang kehormatan, tidak hanya menghina bahkan menista kami tapi juga institusi DPR," tutur Arteria Dahlan.

"Dan itu dilakukan secara tanpa dasar, berulang-ulang dan dipertontonkan dihadapan jutaan pemirsa TV, maupun suporter Najwa," ujarnya.

Sebagai informasi, Emil Salim merupakan salah satu tokoh senior yang diundang Presiden Joko Widodo ke Istana Kepresidenan untuk berbicara mengenai Undang-Undang KPK hasil revisi.

Emil Salim dan sejumlah tokoh kemudian menyarankan Presiden Jokowi untuk mengeluarkan Perppu KPK. Jokowi juga diminta berani untuk melawan kehendak partai politik.

Namun, hingga saat ini Jokowi belum juga merilis Perppu KPK. Dalam acara di "Mata Najwa" yang tayang pada Rabu (9/10/2019) malam,

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas