Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

PBNU Minta Negara Tidak Kalah dari Radikalisme

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj meminta negara tidak boleh kalah dengan radikalisme dan terorisme.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in PBNU Minta Negara Tidak Kalah dari Radikalisme
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj meminta negara tidak boleh kalah dengan radikalisme dan terorisme.

Dirinya menegaskan agar pemerintah harus bersikap tegas terhadap aksi terorisme yang meresahkan masyarakat seperti kasus penyerangan Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang, Banten.

“Aparat kepolisian harus mampu mengungkap dan menindak aktor intelektual di balik aksi-aksi teror yang terjadi di tanah air. Kami Nahdatul Ulama (NU) meminta aparat kepolisian harus mampu bertindak tegas terhadap radikalisme dan tidak boleh ada kesan negara kalah dalam menghadapi terorisme,” ujar Said Aqil melalui keterangan tertulis, Minggu (13/10/2019).

Baca: Rezky Aditya & Citra Kirana Unggah Foto Siluet, Adakah Sinyal Siapkan Foto Prewedding?

Baca: Kuasa Hukum Enji Beberkan Ucapan Ayu Ting Ting yang Dinilai Hancurkan Nama Ayah Kandung Bilqis

Baca: Begini Isi Jet Pribadi Pangeran Harry dan Meghan Markle Seharga Rp 259 M

Menurutnya, saat ini radikalisme sudah menyebar ke beberapa daerah. Dirinya menilai benih terorisme harus segera ditumpas.

"Saat ini Indonesia sudah darurat terorisme dan radikalisme, karena selama ini kita bersikap terlalu ramah kepada mereka. Maka demi menyelamatkan NKRI, menyelamatkan seluruh bangsa Indonesia, maka sekecil apapun yang mereka lakukan (terorisme) harus ditindak tegas,” tutur Said Aqil.

Dirinya menegaskan bahwa tindakan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok teroris adalah tindakan yang jauh dari norma, agama dan ahlakul karimah.

Rekomendasi Untuk Anda

"Apa yang mereka lakukan adalah tindakan biadab dan tidak sesuai dengan agama apa pun. Jadi kita harus lawan bersama. Apalagi mereka sudah berani terang-terangan," pungkas Said Aqil.

Seperti diketahui, Wiranto menjadi korban penusukan di Pintu Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten siang ini, Kamis (10/10/2019) sekira pukul 11.55 WIB.

Kapolsek Menes, Kompol Dariyanto yang melakukan pengamanan juga kena tusuk dibagian punggung. Ajudan Wiranto, Fuad, juga terkena tusuk di bagian dada sebelah kiri atas, sementara Wiranto di tubuh bagian depan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas