Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kabinet Jokowi

Pengamat: Peran Oposisi Harus Diambil Gerindra

Menurutnya, Partai Gerindra selama ini telah menjadi simbol dari kekuataan politik di luar pemerintahan.

Pengamat: Peran Oposisi Harus Diambil Gerindra
Ist
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago. / ISTIMEWA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Analis Politik Pangi Syarwi Chaniago menilai peran oposisi harus dilakukan oleh Partai Gerindra.

Menurutnya, Partai Gerindra selama ini telah menjadi simbol dari kekuataan politik di luar pemerintahan.

"Sangat disayangkan karena peran oposisi harus diambil oleh partai besar seperti Gerindra," kata Pangi ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (14/10/2019).

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting ini menilai, harus ada fungsi check and balances antara kekuasaan eksekutif dan legislatif.

Ia menyayangkan, jika nantinya Gerindra melabuhkan pilihan untuk bergabung bersama koalisi pemerintahan.

Baca: KPK Tak Dilibatkan, IPW: Pemilihan Menteri Adalah Hak Prerogratif Presiden Jokowi

Pasalnya, hanya PKS yang konsisten bersikap tegas akan mengkritisi setiap kebijakan pemerintah di luar kekuasaan.

Namun, bagi Pangi, PKS saja tidak cukup melawan hegemoni pemerintah yang didukung mayoritas partai politik.

"Ini menjadi masalah soal sumbu check and balances-nya itu tidak muncul, tidak nendang kalau hanya PKS yang disuruh oposisi karena ini partai menengah," ujarnya.

Lebih lanjut, Pangi meyakini silaturahmi politik yang sedang dilakukan Prabowo merupakan sinyal penjajakan antara Gerindra dengan partai yang mengusung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019 lalu.

Ia melihat, strategi Prabowo untuk meyakini partai pengusung Jokowi-Ma'ruf bahwa Gerindra hadir untuk membantu pemerintahan Jokowi jilid II.

"Maksudnya mereka akan mengambil alasan membantu tapi dalam arti yang lebih luas sepertinya adalah power sharing kursi, kekuasaan yang akan dibagikan ke Gerindra," ucap Pangi.

Diketahui, Ketua Umum Partai Gerindra memang sedang masif melakukan pertemuan dengan sejumlah Ketua Umum partai politik.

Pada Minggu (13/10/2019) kemarin, Prabowo bertemu dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

Malam nanti, direncanakan Mantan Danjen Kopassus ini bertemu Ketum PKB Abdul Muhaimin Iskandar.

Ikuti kami di
Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas