Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ngabalin Sebut Ada Perubahan Nomenklatur dan Penambahan Wakil Menteri

Ngabalin juga menambahkan bahwa pada periode kedua, pos jabatan wakil menteri juga bakal bertambah dalam Kabinet Jokowi yang baru.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Ngabalin Sebut Ada Perubahan Nomenklatur dan Penambahan Wakil Menteri
Vincentius Jyestha
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin, mengungkapkan ada perubahan nomenklatur kementerian pada periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Menurut Ngabalin, Jokowi telah menerima sejumlah masukan dari beberapa pihak sehingga bakal ada sejumlah nomenklatur kementerian yang diubah.

"Ada beberapa nomenklatur yang diubah oleh Bapak Presiden, karena dalam beberapa statemen-statemennya presiden itu setelah ada pertemuan, kemudian saran dan masukan," ujar Ngabalin di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Ngabalin juga menambahkan bahwa pada periode kedua, pos jabatan wakil menteri juga bakal bertambah dalam Kabinet Jokowi yang baru.

Baca: Sosok Mahathir Mohamad Sahabat Soeharto yang Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Momen Persahabatan Mereka

Baca: Komentar Fadli Zon Tentang Kemungkinan Prabowo Subianto Jabat Menteri Pertahanan

Baca: IndoPremier: Milenial yang Keren Juga Pikirkan Investasi, Tak Terjebak Gaya Hidup Konsumtif

Baca: Tak Lagi Stafsus Jokowi, Ahmad Erani Bantah Ditunjuk Jadi Wakil Menteri Keuangan

Dirinya menyebut ada beberapa kementerian yang membutuhkan wakil menteri untuk melakukan pekerjaan teknis.

"Iya, karena ada beberapa kementerian dan lembaga dalam kerja teknis harus dilakukan oleh wakil menteri. Karena itu tadi saya bilang ini, periode kedua ini akan lebih komplit. Presiden sangat konsen terhadap masukan," tutur Ngabalin.

Rekomendasi Untuk Anda

Ngabalin membeberkan bahwa posisi wakil menteri bisa saja diisi dari kalangan partai politik yang sudah mendukung Jokowi. Meski begitu, Ngabali menyebut, Jokowi lebih mengedepankan sosok yang kompeten untuk mengisi pos wakil menteri.

"Cuma emang presiden mengharapkan tingkat kompetensi yang menduduki pos-pos itu adalah mereka yang mempunyai kemampuan. Dan yang terpenting itu mempunyai keberanian untuk menyampaikan ke publik apa yang sudah dikerjakan," pungkas Ngabalin.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas