Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kemenko PMK Janji Prioritaskan Pengentasan Stunting dan Kemiskinan

"Stunting, itu program prioritas nasional kita untuk segera, karena angka kita masih tinggi di atas 30 persen," ujar Muhadjir Effendy

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Kemenko PMK Janji Prioritaskan Pengentasan Stunting dan Kemiskinan
Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono
Menko PMK Muhadjir Effendy 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, menegaskan bahwa pengentasan stunting menjadi program prioritas nasional kementerian serta di lembaga di bawah koordinasinya.

Menurut Muhadjir, angka stunting masih cukup tinggi saat ini.

"Stunting, itu program prioritas nasional kita untuk segera, karena angka kita masih tinggi di atas 30 persen," ujar Muhadjir di Kantor Kemenko PMK, Jln Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019).

Menurut Muhadjir, tugas untuk mengurangi stunting diemban oleh Kementerian Kesehatan. Namun kementerian lain dapat membantu untuk mengentaskan stunting.

Muhadjir Effendy
Muhadjir Effendy (Fahdi Fahlevi/Tribunnews.com)

Selain itu masalah kemiskinan juga menjadi prioritas nasional. Menurut Muhadjir, pengentasan kemiskinan menjadi peran Kementerian Sosial, namun perlu dibantu oleh kementerian lain.

"Selain stunting juga kemiskinan. Leading sectornya Kemensos tapi tak bisa sendirian juga, dari Kementerian Pendidikan terlibat karena di sana ada anak-anak keluarga miskin yang sekarang kita afirmasi dengan KIP," tutur Muhadjir.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Muhadjir, kedua permasalahan tersebut dapat dikurangi dengan kerja kolektif antar kementerian.

"Jadi semua kita sikapi secara kolektif ya dan kita harus siap punya persamaan sikap di bawah Kemenko PMK ini."

"Jadi kita akan rumuskan program apa saja dari kementerian dan lembaga ini yang eksekusinya perlu kerjasama baik bilateral dan bilateral," ujar Muhadjir.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas