Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Selidiki Desa Fiktif, Menko Airlangga Akan Panggil BPK

Airlangga menjelaskan, BPK memiliki peran sebagai auditor terhadap penyaluran anggaran pemerintah pusat ke desa baru tidak berpenghuni.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Selidiki Desa Fiktif, Menko Airlangga Akan Panggil BPK
Tribunnews/Jeprima
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto memberikan kata sambutan pada acara serah terima jabatan (sertijab) di Gedung Menko Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019). Airlangga Hartarto resmi menjabat Menko Perekonomian pada Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 menggantikan Darmin Nasution. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, akan memanggil Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menyelidiki desa fiktif terima anggaran.

Airlangga menjelaskan, BPK memiliki peran sebagai auditor terhadap penyaluran anggaran pemerintah pusat ke desa baru tidak berpenghuni.

"Iya nanti kita lihat dulu, kita perlu audit BPK. Nanti (kita panggil BPK)" ujarnya di Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Baca: Polri Terjunkan Tim Investigasi Soal Desa Fiktif Yang Manfaatkan Anggaran Negara

Baca: Jokowi Puji Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ini Reaksi Bamsoet

Baca: DPD: Usut Tuntas Desa Siluman

Selain dengan BPK, Airlangga juga mengajak Kementerian Keuangan untuk melihat data penyaluran dana desa lebih detil lagi.

"Pasti setiap anggaran dikomunikasikan dengan Kementerian Keuangan. Saya mesti lihat datanya dulu (ada salah data atau tidak), diaudit dulu," katanya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memberikan "lampu hijau" dilakukan pengusutan jika benar ada desa fiktif yang sengaja diciptakan oknum tertentu demi mendapat dana desa.

Rekomendasi Untuk Anda

Merespon ini, Istana tengah bekerja mengumpulkan informasi dari beragam pihak menyangkut oknum yang bermain-main me‎nciptakan desa fiktif.

"Kami sedang ‎mengumpulkan informasi, kelanjutan perkembangannya (desa fiktif). Terlebih Indonesia ini negara besar, ada 74.800 desa," ungkap Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman, Kamis (7/11/2019) di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas