Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Diskusi Media Ulas Makna Radikalisme dan Cara Tangani Isu Deradikalisasi

Dismed FMB 9 digelar di kantor Kemkominfo dengan mengangkat tema 'Mengedepankan Strategi Deradikalisasi'.

Diskusi Media Ulas Makna Radikalisme dan Cara Tangani Isu Deradikalisasi
Larasati Dyah Utami
Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kemenag, Kamarudin Amin dan Direktur Kewaspadaan nasional Kemendagri, Akbar Ali dalam acara FMB 9, Senin (11/11/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar acara Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (Dismed FMB 9) untuk mengulas upaya deradikalisasi, Senin (11/11/19).

Acara ini menghadirkan dua narasumber dari dua kementerian diantaranya Kementerian Agama (Kemenag), dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Hadir mewakili masing-masing kementerian Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kemenag, Kamarudin Amin dan Direktur Kewaspadaan nasional Kemendagri, Akbar Ali.

Dismed FMB 9 digelar di kantor Kemkominfo dengan mengangkat tema 'Mengedepankan Strategi Deradikalisasi'.

Baca: Menteri Agama Bakal Temui Ulama Kharismatik Se-Aceh Pertengahan November Ini

Tema ini diangkat terkait usulan Presiden Joko Widodo yang sempat mengintruksikan penggunaan label baru seperti frasa 'manipulator agama' untuk mengganti kata 'radikalisme' karena dinilai menyudutkan agama tertentu.

Terkait isu deradikalisasi atau deideologisasi penting dirumuskan definisi, kriteria, dan indikator terhadap subjek isu yang disampaikan pada publik.

Radikalisme menurut Kamarudin Amin adalah upaya sistematis yang ingin dilakukan individu atau kelompok untuk perubahan sampai keakaranya untuk menjadi negara khilafah

"Kita harus mengutamakan moderasi agama yang toleran yang bisa menghargai orang lain dan menghargai keragaman" ujar Dirjen Pendidikan Islam Kemenag.

Baca: Respons Mahfud MD Sikapi Isu Larangan Penggunaan Cadar di Lingkungan Instansi Pemerintah

Sedangkan Akbar Ali dari Kemendagri mengatakan menyelesaikan deradikalisasi bukan hanya tugas segelintir orang tapi tugas dari semua lapisan masyarakat

"Kami dari kemendagri memiliki tim terpadu penanganan konflik sosial. Akan trtapi kami juga mendorong semua, baik pemerintah, ormas dan masyarakat untuk berpartisipasi mencegah paparan radikalisme" ujar Direktur Kewaspadaan nasional Kemendagri tersebut

Acara ini diharapkan dapat menyampaikan narasi dan tujuan terkait agenda strategis Indonesia ke depan terkait isu deradikalisasi atau deideologisasi secara jelas.

Ikuti kami di
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas