Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Menhan akan Gandeng Kemendikbud untuk Latih Komponen Cadangan

Prabowo menjelaskan sekolah-sekolah, baik itu SMA maupun universitas nantinya akan melatih perwira-perwira Komcad.

Menhan akan Gandeng Kemendikbud untuk Latih Komponen Cadangan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengikuti rapat di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (11/11/2019). Rapat bersama antara DPR dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) membahas rencana kerja Kemhan tahun 2020 beserta dukungan anggarannya. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan pihaknya akan menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam menyusun Komponen Cadangan (Komcad).

Untuk diketahui Komcad akan dibentuk untuk membantu TNI dalam menghadapi ancaman militer.
Adanya Komcad berdasarkan Undang-undang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (PSDN) yang disahkan DPR periode lalu.

Baca: Beberkan Anggaran, Prabowo Keberatan, Pimpinan Sidang: Clear dari Pak Menhan, Terimakasih

Baca: Prabowo: Kebijakan Pertahanan Tidak Boleh Dilandasi Harapan

Baca: Prabowo: Kalau Saya Ditekan Untuk Terbuka Soal Pertahanan Saya Tidak akan Lakukan

"Kemudian pertahanan non militer, yaitu ada unsur-unsur lain, ini tentunya akan banyak peran dari kementerian dan lembaga di luar pertahanan, sebagai contoh kita harus kerja sama dengan kementerian pendidikan untuk menyusun komponen cadangan," kata Prabowo dalam Rapat Kerja dengan Komisi 1 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Prabowo menjelaskan sekolah-sekolah, baik itu SMA maupun universitas nantinya akan melatih perwira-perwira Komcad.

Hal itu kata Prabowo seperti yang dilakukan Amerika Serikat.

"Sebagai contoh, kalau kita lihat di negara amerika, sumber perwira itu mereka dapatkan dari akademi militer, mungkin 20 persen, 80 persen adalah perwira cadangan dari universitas-universitas," katanya.

Sebelumnya Prabowo menjelaskan mengenai sistem pertahanan negara.

Menurut Mantan Danjen Kopassus itu, pertahanan negara dibagi menjadi dua yakni pertahanan militer dan non milter, baik itu fisik maupun nonfisik.

Pertahanan militer terdiri dari komponen utama, cadangan, dan komponen pendukung. Sementara pertahanan non milter terdiri dari banyak unsur di luar Kementeri Pertahanan.

"Komponen utama tentunya adalah TNI, harus siap menghadapi ancaman militer terbuka,"katanya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Sanusi
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas