Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pakar Intelejen Ingatkan Pentingnya Pengawasan Peredaran Bahan Peledak

Pakar Intelejen Soleman Ponto mengingatkan pemerintah agar lebih mengontrol peredaran bahan peledak.

Pakar Intelejen Ingatkan Pentingnya Pengawasan Peredaran Bahan Peledak
Tribunnews.com/ Lusius Genik
Pakar Intelejen Soleman Ponto dalam diskusi Forum Jurnalis Merah Putih di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (14/11/2019). 

Laporan wartawan tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar Intelejen Soleman Ponto mengingatkan pemerintah agar lebih mengontrol peredaran bahan peledak.

Hal tersebut menyikapi aksi bom bunuh diri yang terjadi di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11/2019) pagi.

Menurutnya apabila kelompok teroris tidak punya akses terhadap bahan peledak, tentu aksi bom bunuh diri tidak akan terjadi.

"Ada peredaran bom (bahan peledak) itu menjadi masalah. Misalkan tidak ada peredaran bom tidak begini. Jadi apapun namanya, mulai dari TNT, petasan, aksesnya harus terkontrol," kata Soleman dalam diskusi Forum Jurnalis Merah Putih di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (14/11/2019).

Baca: Pakar Intelejen Beberkan Penyebab Kenapa Polisi Jadi Target Teroris

Menurut Soleman, minimnya kontrol terhadap bahan peledak mengakibatkan kasus bom bunuh diri cukup sering terjadi di Indonesia.

Baginya kasus-kasus pengeboman di sejumlah tempat merupakan bukti bila bahan peledak beredar secara umum.

Baca: Pelaku yang Tabrak Pengguna Skuter Listrik Hingga Tewas Tak Ditahan, Keluarga Korban Kecewa

Hal ini menjadi sangat berbahaya bila semua yang terpapar radikalisme selalu berpikir menggunakan bom untuk melancarkan aksinya.

"Ini bukti bahan peledak beredar umum atau kontrolnya tidak benar. Pernah tidak orang ngomong peredaran bom, tidak ada. Sementara semua yang terperangkap radikal berpikir di situ (menggunakan bom)," ujar Soleman.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas