Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pimpinan MPR Ibaratkan Bicara MPR seperti Awan dan Payung

Dalam kunjungannya itu, Bamsoet mengatakan bicara MPR, ibarat bicara soal awan dan payung.

Pimpinan MPR Ibaratkan Bicara MPR seperti Awan dan Payung
MPR RI
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) memimpin rombongan pimpinan MPR RI silaturahim ke kantor DPP Partai Nasdem, di Jakarta, Rabu (13/11/2019). 

Laporan Wartawan Magang Meliana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Ketua MPR, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengunjungi
Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh. Dalam kunjungannya itu, Bamsoet mengatakan bicara MPR, ibarat bicara soal awan dan payung.

"Kalau bisa diibaratkan kita di MPR ini lebih banyak bicara soal awan dan soal payung, " ujar ketua MPR RI, Bambang Soesatyo di Kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2019).

Kata Bamsoet bicara soal MPR seperti menentukan cuaca. "Panas, mendung, hujannya tergantung pada keputusan MPR dalam menyusun konstitusi yang bisa melindungi segenap tumpah darah termasuk isinya yaitu kita-kita semua," Kata ketua MPR RI periode 2019-2024 .

Dalam kunjungan tersebut Bamsoet menyebutkan partai Nasdem termasuk partai yang ikut mendorong menyetujui dokumen amandemen terbatas.

Baca: Silaturahim Kebangsaan MPR ke Surya Paloh

Selain tujuh partai yang lain hanya Golkar, PKS dan Demokrat , ketiga partai itu menginginkan tidak amandemen tetapi melalui undang-undang atas GBHN.

"Setelah berdiskusi kami mendapat gambaran baru tidak hanya terbatas tapi sangat tergantung pada perkembangan kekinian, " kata Bamsoet.

Bamsoet mengatakan pimpinan partai Nasdem tadi menyampaikan amandemen menyuruh yang mengevaluasi daftar isian masalah kita sebagai bangsa dan bernegara.

"Pasal-pasal yang mana-mana saja yang perlu kita amandemen kita rubah sesuai dengan kebutuhan bangsa kita, " ujar polisi Golkar ini.

Baca: Bamsoet: Negara Demokrasi Kuat Jika Partai Politiknya Kuat

Bamsoet menegaskan dalam merubah amandemen sesuai dengan kebutuhan bangsa tidak boleh mengada-ada. tetapi tidak boleh gampang harus betul-betul cermat.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Rachmat Hidayat
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas