Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Bom di Mapolrestabes Medan

DPR Minta Menteri BUMN Lakukan Pembinaan Ideologi Kebangsaan Ke Pegawainya

Fraksi Golkar meminta Kementerian BUMN melakukan pembinaan kembali ideologi kebangsaan kepada seluruh pegawai BUMN.

DPR Minta Menteri BUMN Lakukan Pembinaan Ideologi Kebangsaan Ke Pegawainya
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Politikus Partai Golkar Ace Hasan Syadzily 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Golkar, Ace Hasan Syadzily menyayangkan kejadian penangkapan atas seorang pegawai BUMN PT Krakatau Steel (Persero) atas dugaan terorisme oleh Densus 88 pasca peristiwa bom bunuh diri di Polrestabes Medan.

“Tentu kami sangat menyayangakan jika benar bahwa di perusahaan-perusahaan BUMN masih banyak ditemukan adanya orang-orang yang diduga terpapar radikalisme atau eksrimisme. Ini menjadi kekhawatiran kita bersama,” ujar Ace ketika ditemui Tribunnews.com di kompleks DPR RI, Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Pihaknya meminta Kementerian BUMN melakukan pembinaan kembali ideologi kebangsaan kepada seluruh pegawai BUMN.

Baca: Kabar Buruk, Pejabat BUMN Ditangkap Densus 88 Ternyata Bukan Orang Sembarangan, Respons Erick Thohir

Ia menyarankan Menteri BUMN Erick Thohir segera memerintahkan direksi perusahaan-perusahaan BUMN agar melakukan pembinaan kembali mengenai ideologi kebangsaan terhadap semua pegawainya.

"Perlu ada pembinaan kembali ideologi kebangsaan. Pembinaan ini harus terus dilakukan. Bukan sesekali saja. Karena BUMN bukan hanya menjadi tulang punggung negara dalam hal menggerakkan ekonomi. Tapi juga memastikan secara ideologi semua sumber daya manusianya memiliki pemahaman yang jelas, nyata tentang ideologi kebangsaan,” jelas Ace.

Melalui pembinaan tersebut, dia berharap ideologi kebangsaan dan pemahaman keagamaan yang inklusif, toleran dan mengedepankan nilai-nilai kebangsaan itu harus menjadi hal yang utama tertanam dalam diri para pegawai BUMN.

Dia juga meminta para direksi perusahaan plat merah itu memastikan penggunaan masjid-masjid di lingkungannya untuk membina rohani para pegawai, bukan malah sebagai tempat siar provokasi memusuhi pemerintah dan menyiarkan ajaran-ajaran kekerasan.

“Banyak juga ditemukan di BUMN mengundang penceramah-penceramah yang isi ceramahnya bukan memberikan kesejukan bagi umat dan mendorong produktifitas pegawai."

"Tapi malah memprovokasi agar menjadikan instrumen agama untuk melawan dan mengkritik pemerintah. Kan ironi, alih-alih membangun bangsa, malah menjadi merusak bangsa,” ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas