Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pengamat: Teroris Gunakan Strategi Kamuflase

Seperti yang terjadi di Mapolrestabes Medan, pelaku teror menggunakan jaket online untuk masuk ke lingkungan polisi.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Pengamat: Teroris Gunakan Strategi Kamuflase
Tribun Medan/Danil Siregar
Tim gabungan Inafis dan Labfor melakukan olah TKP di Mapolrestabes Medan pascabom bunuh diri yang dilakukan seorang pemuda, di Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11/2019). Akibat peristiwa tersebut pelaku tewas dan melukai empat personel kepolisian yang berjaga. TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - M. Zaki Mubarak, pengamat gerakan Islam dari UIN Jakarta mengatakan pelaku teroris saat ini menggunakan strategi yang sederhana dan efektif berkamuflase dalam melakukan aksinya.

Seperti yang terjadi di Mapolrestabes Medan, pelaku teror menggunakan jaket online untuk masuk ke lingkungan polisi.

"Yang di Medan kamuflasenya itu sederhana, memakai jaket ojek online. Karena ojek online bebas lalu lalang, ada yang kirim makanan, kirim barang, anter orang, macam-macam. Polisi tidak berfikir bahwa itu disusupi" ujarnya Sabtu, (16/11/2019) dikawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Zaki Mubarak berujar para pelaku teror dengan sadar belajar dari proses sebelumnya, sehingga melakukan banyak cara untuk berkamuflase.

"Misalnya yang di Wonokromo mengaku kehilangan motor. Kemudian mau ketemu polisi untuk laporan, ternyata itu hanya dalih" ujarnya

"Jarang sekali orang melakukan aksi amaliah tapi pakai celana cingkrang dan jenggotnya panjang, tapi mereka berkamuflase" lanjut Zaki Mubarak dalam pemaparannya.

Rekomendasi Untuk Anda

Para pelaku teror bahkan dapat berasal dari kalangan perempuan dan anak-anak yang membuat aparat sulit mendeteksinya.

Zaki berujar, hal tersebut dikarenakan aparat keamanan tidak memantau dan menganggap perempuan dan anak-anak sebagai orang yang potensial melakukan aksi jihad.

"Saya kira model seperti ini akan bervariasi. Bisa menggunakan perempuan dan anak-anak, kamuflase dalam bentuk ojol, orang yang kecurian motor dan sebagainya. Itu semakin sulit dideteksi kepolisian" ujarnya

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas