Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan: Edhy Prabowo dan Susi Pudjiastuti Miliki Style Berbeda

Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan, Miftah Nur Sabri mengungkapkan Edhy Prabowo dan Susi Pudjiastuti mempunyai gaya kepemimpinan masing-masing

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rica Agustina
Editor: Daryono
zoom-in Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan: Edhy Prabowo dan Susi Pudjiastuti Miliki Style Berbeda
kolase Tribunnews.com
Edhy Prabowo, Miftah Nur Sabri, Arifsyah M Nasution. 

TRIBUNNEWS.COM - Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan, Miftah Nur Sabri mengungkapkan, setiap leadership mempunyai style masing-masing.

Menurutnya, gaya kepemimpinan Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KP) Edhy Prabowo berbeda dengan menteri sebelumnya, Susi Pudjiastuti.

Dalam menindaklanjuti illegal fishing, Susi secara tegas menenggelamkan kapal asing yang masuk wilayah kelautan Indonesia.

Susi juga melarang penggunaan alat tangkap ikan berupa cantrang untuk menjaga ekosistem terumbu karang.

Miftah Nur Sabri
Miftah Nur Sabri (Vincentius Jyestha/Tribunnews.com)

Sementara, Edhy Prabowo dalam menindaklanjuti nelayan asing akan menangkap kapal mereka.

Kapal yang berhasil ditangkap dan inkrah (berkekuatan hukum tetap), kemudian akan dimanfaatkan dengan menghibahkan kapal tersebut kepada nelayan.

Miftah menyebutkan, hal itu dilakukan karena berkaitan dengan visi misi presiden yang ditugaskan kepada Edhy Prabowo.

Rekomendasi Untuk Anda

Pertama, memperbaiki komunikasi dua arah antara negara dengan nelayan.

Kedua, mengembangkan sektor budi daya.

"Jangan sampai ada istilah negara tidak hadir di tengah-tengah nelayan, selanjutnya budi daya ini bisa limitless, sains dan teknologi bisa terlibat," ungkap Miftah.

Ocean Campaigner Greenpeace Indonesia, Arifsyah M Nasution
Ocean Campaigner Greenpeace Indonesia, Arifsyah M Nasution

Sementara itu, menurut Ocean Campaigner Greenpeace Indonesia, Arifsyah M Nasution, Edhy Prabowo dengan Susi Pudjiastuti memang memiliki fokus yang berbeda.

"Susi fokus di keberlanjutan lingkungan dan sebagainya, sedangkan Edhy fokus menjalankan visi presiden, ini berbahaya" kata Arifsyah.

Menurutnya, visi misi presiden mengenai budidaya berbahaya karena ketika budidaya tidak dilakukan dengan hati-hati dampak buruknya akan lebih besar.

Seperti penggunaan pestisida dalam kegiatan budidaya, hal itu dapat merusak lingkungan.

Arifsyah berpendapat, pemerintah tidak memikirkan dampak jangka panjang dari langkah-langkah yang dilakukan dalam menjalankan visi misi.

Beda dari Susi Pudjiastuti, Edhy Prabowo: Tenggelamkan Kapal Pencuri Ikan Bukan Satu-satunya Cara

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo mengungkapkan, menenggelamkan kapal pencuri ikan seperti yang dilakukan Susi Pudjiastuti bukanlah satu-satunya cara untuk membuat jera.

Menenggelamkan kapal memang merupakan satu dari upaya Indonesia untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia serius menjaga kekayaan lautnya.

Namun, menurut Edhy, ada cara lain yang dapat dilakukan pemerintah Indonesia dalam membasmi illegal fishing.

Menteri Edhy Prabowo
Menteri Edhy Prabowo (TRIBUNNEWS.COM/Yanuar Riezqi Yovanda)

Edhy berencana akan memanfaatkan kapal nelayan asing yang berhasil ditangkap dan inkrah (berkekuatan hukum tetap) dengan menghibahkan kepada kampus untuk kepentingan penelitian, masyarakat pesisir, dan koperasi.

Ia menyebutkan, kriteria penerima kapal nelayan asing yakni ia yang bisa memanfaatkan kapal tersebut.

"Kriterianya yang jelas ketika kami kasih kapal, kapalnya bisa dimanfaatkan, begitu kami serahkan, kami akan mengecek sebulan dua bulan kedepan menghasilkan atau tidak, jangan-jangan mangkrak lagi atau malah dijual," kata Edhy dilansir dari YouTube KOMPASTV, Kamis (21/11/2019).

Edhy mengaku mempunyai cara berbeda dengan menteri sebelum dia, Susi Pudjiastuti.

Ia akan lebih fokus pada komunikasi kepada para pemangku perikanan, misalnya pelaku usaha.

(Tribunnews.com/Rica Agustina)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas