Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Muncul Wacana Jabatan Presiden jadi Tiga Periode: Gerindra dan PDIP Tegas Menolak, PSI Usul Hal Beda

Muncul wacana jabatan presiden jadi tiga periode: PDIP dan Gerindra tegas menolak, PSI justru punya usul berbeda

Muncul Wacana Jabatan Presiden jadi Tiga Periode: Gerindra dan PDIP Tegas Menolak, PSI Usul Hal Beda
Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Muncul wacana jabatan presiden jadi tiga periode: PDIP dan Gerindra tegas menolak, PSI justru punya usul berbeda 

"Kami memandang tidak ada urgensinya untuk mengubah konstitusi kita yang menyangkut tentang masa jabatan presiden," imbuhnya.

Menurutnya yang dibutuhkan saat ini bukanlah mengubah amandemen UUD 1945 terkait penambahan masa jabatan presiden.

Melainkan Garis - Garis Besar Haluan Negara (GBHN) untuk dimunculkan kembali.

Hal itu akan memastikan pembangunan nasional akan berjalan berkesinambungan.

Sehingga kekhawatiran terkait pergantian visi - misi atau program pada setiap pemilihan presiden yang baru tidak ada lagi.

"Publik tidak perlu khawatir terhadap siapapun presiden, gubernur, bupati, atau wali kotanya karena pembangunan nasional dipastikan akan berkelanjutan," ujarnya.

Di sisi lain, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memiliki pandangan yang berbeda terkait wacana tersebut.

PSI mengususlkan untuk masa jabatan presiden selama tujuh tahun namun hanya dalam satu periode saja.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany.

Menurutnya. adanya satu periode maka kerja presiden dan wakil presiden akan dinilai akan lebih fokus dan maskimal.

Halaman
123
Penulis: Isnaya Helmi Rahma
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas