Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Hindari Debat Kusir, Pro-Kontra Masa Jabatan Presiden Harus Disertai Kajian Akademik

Pakar Hukum Tata Negara, Fahri Bachmid, mengatakan pro dan kontra perubahan masa jabatan presiden dari dua periode, masing-masing periode berlangsung

Hindari Debat Kusir, Pro-Kontra Masa Jabatan Presiden Harus Disertai Kajian Akademik
Kompas.com/PRIYOMBODO
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara, Fahri Bachmid, mengatakan pro dan kontra perubahan masa jabatan presiden dari dua periode, masing-masing periode berlangsung selama lima tahun, merupakan hal biasa.

Dia meminta agar masing-masing pihak untuk menyampaikan pandangan mengenai perlu atau tidaknya periode masa jabatan presiden-wakil presiden diubah.

"Berbagai wacana perpanjangan masa jabatan presiden saat ini adalah sebuah diskursus yang wajar saja,dan tidak perlu dibesar-besarkan," ujarnya, saat dihubungi Tribunnews.com, Minggu (24/11/2019).

Dia menjelaskan, setiap gagasan dan usulan mengenai pro dan kontra masa jabatan presiden idealnya disertai kajian secara akademik dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Artinya harus mempunyai basis akademik yang kuat dan komprehensif terkait urgensi serta konteks usulan itu, karena ini berkaitan sistem tata negara yang diatur konstitusi," ujarnya.

Sehingga, dia menambahkan, upaya mengedepankan analisa itu membuat diskusi dapat terhindar dari gagasan serta usulan yang bersifat parsial dan kering nilai filosofi.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas