Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Prihatin Intoleransi Meningkat di Bantul, Begini Tanggapan Sekjen PDIP

Kasus intoleransi itu merujuk pada pelarangan upacara leluhur lintas agama untuk Ki Ageng Mangir di Dusun Mangir Lor, Desa Mangir.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Prihatin Intoleransi Meningkat di Bantul, Begini Tanggapan Sekjen PDIP
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, BANTUL - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengaku prihatin terhadap meningkatnya intoleransi di kalangan masyarakat Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kasus intoleransi itu merujuk pada pelarangan upacara leluhur lintas agama untuk Ki Ageng Mangir di Dusun Mangir Lor, Desa Mangir, Pajangan, Bantul, pada Selasa (12/11) lalu.

Kegiatan yang dihadiri oleh anggota komunitas dari berbagai latar belakang agama dan berniat mendoakan bumi agar tak kekeringan itu dibubarkan oleh polisi dan warga sekitar.

"Kami datang membawa pesan ideologis mengingat Yogyakarta adalah miniatur Indonesia. Sebagai cermin bagaimana Pancasila harusnya sungguh hidup. Maka kami sangat prihatin terhadap berbagai bentuk intoleransi yang akhir-akhir ini marak terjadi di DIY termasuk Bantul ini," ujar Hasto, pasca membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPC PDIP Bantul, DIY, Minggu (24/11/2019).

Hasto mengatakan DPP PDIP menginstruksikan kepada jajaran partainya terutama kader di Bantul untuk merangkul seluruh elemen masyarakat.

Sehingga, kata dia, masyarakat dapat menjadikan Pancasila sebagai way of life atau jalan hidup dan meniadakan aksi intoleransi.

Rekomendasi Untuk Anda

"Agar Pancasila sungguh hidup menjadi the way of life, dan juga kebebasan dalam menjalankan agama dan keyakinannya dapat dilakukan dengan baik di Yogyakarta," kata dia.

"Kami minta, jangan rusak Yogyakarta dengan sikap-sikap kelompok tertentu yang tidak memahami aspek Pancasila dalam kehidupan berbangsa," inbuh Hasto.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas