Gaungkan Rekonsiliasi, Fahri Hamzah: Tak Ada Guna Memposisikan Presiden Berhadapan dengan Masyarakat
Fahri Hamzah menyuarakan terwujudnya rekonsiliasi di Indonesia. Melalui Twitternya, rentetan momentum hari besar bisa menjadi momentum persatuan.
Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Fathul Amanah
Fahri Hamzah menyiratkan tidak ada gunanya 'membenturkan' presiden yang belum lama dilantik dengan masyarakat.
"Pagi sahabat,
Ini yg tidak rekonsiliatif...
Karena tak ada gunanya pagi2 presiden terpilih kembali diposisikan berhadapan dengan masyarakat...
Apalah Anies wong Prabowo aja masuk kabinet..
Anies dari dalam kabinet...tapi kenapa nampak mesti berantem?
Memperebutkan apa sodara2?" tulisnya.
Tanggapan MUI Soal Reuni 212
Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai kegiatan Reuni 212 tidak diselenggarakan kembali pada tahun ini.
Diketahui, Reuni 212 diselenggarakan untuk memperingati aksi unjuk rasa yang memprotes kasus penistaan agama oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok).
Menngutip Kompas.com, M. Cholil Nafis Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI mengatakan Reuni 212 tidak perlu diselenggarakan karena Ahok telah menyelesaikan proses hukumnya.
"(Reuni 212) enggak perlu (dilaksanakan), enggak penting. Jangan sampai menjadi kegiatan rutin keagamaan setiap tahun. 212 kan hanya peristiwa hukum, politik, yang hukumnya sudah selesai, dijalani hukumannya dan politiknya sudah selesai," kata Cholil saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (26/11/2019).
Cholil menyarankan kegiatan Reuni 212 diganti dengan acara maulid Nabi Muhammad SAW untuk memotivasi masyarakat lebih mencintai rasul.
"Lebih baik dibikin Maulid Nabi saja untuk memotivasi agar cinta rasul," ungkap Chairil.
(TRIBUNNEWS.COM/Wahyu Gilang Putranto) (Kompas.com/Rindi Nuris Velarosdela)