Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Terkait Kasus Gus Muwafiq yang Dilaporkan FPI, MUI : Bisa Saja Kami Undang Keduanya untuk Berbicara

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) K.H. Muhammad Cholil Nafis menegaskan MUI akan menengahi permasalahan antara FPI dengan Gus Muwafiq

Terkait Kasus Gus Muwafiq yang Dilaporkan FPI, MUI : Bisa Saja Kami Undang Keduanya untuk Berbicara
Kolase Tribunews/Istimewa
Terkait Kasus Gus Muwafiq yang Dilaporkan FPI, MUI : Bisa Saja Kami Undang Keduanya untuk Berbicara 

Terkait Kasus Gus Muwafiq yang Dilaporkan FPI, MUI : Bisa Saja Kami Undang Keduanya untuk Berbicara

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), K.H. Muhammad Cholil Nafis menegaskan MUI akan menengahi permasalahan antara FPI dengan Gus Muwafiq.

Cholil Nafis menyebut, MUI akan mengambil sikap dengan mengundang pihak pelapor yakni FPI dan juga Gus Muwafiq jika permasalahan keduanya tak bisa diselesaikan secara terpisah.

"Ketika memang nanti kondisinya tidak bisa diselesaikan dengan pembicaraan secara terpisah, ya bisa saja MUI akan mengundang kedua belah pihak untuk berbicara baik-baik," ungkap Cholis saat berbicara di Program Kompas Petang, Selasa (3/12/2019).

Menurutnya, kasus yang menimpa Gus Muwafiq hanya karena terpeleset saja, ia yakin semua ustad tak mencintai Rasulullah.

"Karena ini masalahnya sesama muslim sesama ustad yang bukan karena tidak tahu, mungkin hanya karena terpeleset saja."

"Dan itu mungkin cara Allah mengingatkan kita agar kita senentiasa menjaga hati dan menjaga performa kita di depan publik," sambung Cholis.

Lebih lanjut, ia sangat memahami kasus yang melibatkan Gus Muwafiq bukan semata-mata karena persoalan penistaan agama, namun ada sesuatu hal dibelakangnya.

"Jadi kita tidak berbicara semerta-merta hanya persoalan ketersinggunan keagamaan, tetapi juga ada ketersinggungan keorganisasian."

"Dan ini memang sulit untuk dipendam karena memang porosesnya bukan poenistaan saja, tetepi hanya penistaan itu menjadi momentum untuk melampiaskan ketidsaksukaan dari yang terajdi sebelum-belumnya."

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Arif Tio Buqi Abdulah
Editor: Ayu Miftakhul Husna
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas