Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Perpanjangan Izin FPI

Soal AD/ART FPI, Awit Masyhuri: Kita Pakai Kata Khilafah karena Ini Bagian dari Islam, Beda dari HTI

Ketua Front Pembela Islam (FPI) bidang Penegakan Khilafah, Awit Masyhuri menjelaskan arti Khilafah menurut versi FPI.

Soal AD/ART FPI, Awit Masyhuri: Kita Pakai Kata Khilafah karena Ini Bagian dari Islam, Beda dari HTI
Youtube Kompas TV
Awit Masyhuri Ketua bidang Penegakan Khilafah (Tangkapan Layar YouTube Kompas TV) 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Front Pembela Islam (FPI) bidang Penegakan Khilafah, Awit Masyhuri menjelaskan arti Khilafah versi FPI.

Diketahui isi Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) FPI pasal 6 terdapat kata Khilafah, sehingga pemerintah belum memberikan perpanjangan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) kepada FPI.

Menurut Awit, kata Khilafah tersebut bertujuan untuk mendorong kinerja dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

"Jadi penegakan Khilafah yang diusung oleh FPI ini mendorong OKI agar lebih optimal," ujar Awit Masyhuri di Studio Menara Kompas, Rabu (4/12/2019), dikutip dari YouTube Kompas TV.

Awit Masyhuri FPI
Awit Masyhuri Ketua bidang Penegakan Khilafah (Tangkapan Layar YouTube Kompas TV)

Ditanya apakah arti Khilafah tersebut sama dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), dengan tegas Awit membantahnya.

"Bukan, beda sekali," jawab Awit Masyhuri.

Mengenai penamaan itu, ia beralasan karena FPI merupakan organisasi masyarakat (ormas) Islam.

"Kita kan ormas Islam, kita lebih mengedepankan istilah yang Islami," katanya.

Sehingga menurutnya, kata yang saat ini menjadi polemik itu karena bagian dari agama Islam.

"Kita menggunakan kata Khilafah ini, kan, bagian dari Islam," lanjutnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Nuryanti
Editor: Ifa Nabila
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas