Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Usulan DPD Agar Airlangga Nyapres di 2024 Belum Tentu Jadi Putusan Munas

Mayoritas mereka menyatakan tidak keberatan atas laporan pertanggungjawaban kepengurusan partai yang disampaikan Airlangga Hartarto.

Usulan DPD Agar Airlangga Nyapres di 2024 Belum Tentu Jadi Putusan Munas
Tangkapan Layar KompasTV
Musyawarah Nasional Parta Golkar, Airlangga Hartarto menyampaikan laporan pertanggung jawabannya sebagai ketua umum Golkar periode 2014-2019. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Sebanyak 47 elemen Partai Golkar menyampaikan pandangannya terkait laporan pertanggungjawaban pengurus dan dukungan calon ketua umum Golkar periode 2019-2024.

Elemen ini terdiri dari pimpinan daerah dan organisasi sayap Partai Golkar.

Mayoritas mereka menyatakan tidak keberatan atas laporan pertanggungjawaban kepengurusan partai yang disampaikan Airlangga Hartarto.

Mereka juga mendukung Airlangga untuk menjadi Ketum Golkar periode 2019-2024. Tidak hanya itu mayoritas DPD juga menginginkan Airlangga menjadi Capres pada 2024 nanti.

Menanggapi hal tersebut, ketua penyelenggara Munas Melchias Marcus Mekeng mengatakan bahwa keinginan DPD agar Airlangga menjadi Capres belum tentu akan menjadi keputusan Munas.

“Belum, belum tentu, kan harus dirapatkan aspirasinya,” kata Mekeng di lokasi Munas, Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (4/12/2019). 

Baca: Airlangga Hartarto Didorong Jadi Calon Presiden 2024

Menurut Mekeng, keinginan DPD agar Airlangga menjadi Capres akan dijawab terlebih dahulu oleh Airlangga. Bisa saja menurutnya keinginan tersebut ditolak Airlangga sekarang ini.

"Nanti kan Pak Airlangga menanggapi. Kalau dia bilang nanti saja Capres, kan bisa saja," tuturnya.

Menurut mekeng keinginan DPD agar Airlangga menjadi Capres merupakan hal yang wajar. Keinginan tersebut bukan merupakan setingan.

“Itu terserah masing-masing daerah saja. Wajarlah sebagai kader. Punya ketua umum maju sebagai capres wajar saja,” katanya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas