Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Usulan DPD Agar Airlangga Nyapres di 2024 Belum Tentu Jadi Putusan Munas

Mayoritas mereka menyatakan tidak keberatan atas laporan pertanggungjawaban kepengurusan partai yang disampaikan Airlangga Hartarto.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Usulan DPD Agar Airlangga Nyapres di 2024 Belum Tentu Jadi Putusan Munas
Tangkapan Layar KompasTV
Musyawarah Nasional Parta Golkar, Airlangga Hartarto menyampaikan laporan pertanggung jawabannya sebagai ketua umum Golkar periode 2014-2019. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Sebanyak 47 elemen Partai Golkar menyampaikan pandangannya terkait laporan pertanggungjawaban pengurus dan dukungan calon ketua umum Golkar periode 2019-2024.

Elemen ini terdiri dari pimpinan daerah dan organisasi sayap Partai Golkar.

Mayoritas mereka menyatakan tidak keberatan atas laporan pertanggungjawaban kepengurusan partai yang disampaikan Airlangga Hartarto.

Mereka juga mendukung Airlangga untuk menjadi Ketum Golkar periode 2019-2024. Tidak hanya itu mayoritas DPD juga menginginkan Airlangga menjadi Capres pada 2024 nanti.

Menanggapi hal tersebut, ketua penyelenggara Munas Melchias Marcus Mekeng mengatakan bahwa keinginan DPD agar Airlangga menjadi Capres belum tentu akan menjadi keputusan Munas.

“Belum, belum tentu, kan harus dirapatkan aspirasinya,” kata Mekeng di lokasi Munas, Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (4/12/2019). 

Baca: Airlangga Hartarto Didorong Jadi Calon Presiden 2024

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Mekeng, keinginan DPD agar Airlangga menjadi Capres akan dijawab terlebih dahulu oleh Airlangga. Bisa saja menurutnya keinginan tersebut ditolak Airlangga sekarang ini.

"Nanti kan Pak Airlangga menanggapi. Kalau dia bilang nanti saja Capres, kan bisa saja," tuturnya.

Menurut mekeng keinginan DPD agar Airlangga menjadi Capres merupakan hal yang wajar. Keinginan tersebut bukan merupakan setingan.

“Itu terserah masing-masing daerah saja. Wajarlah sebagai kader. Punya ketua umum maju sebagai capres wajar saja,” katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas