Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Said Aqil Siradj: Pancasila Tidak Bertentangan dengan Ajaran Islam

"Justru itu (Pancasila) adalah nilai-nilai Islam, yakni ketuhanan, kemanusiaan, persatuan musyawarah semuanya ada semua itu di Al-Qur'an," katanya

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Said Aqil Siradj: Pancasila Tidak Bertentangan dengan Ajaran Islam
Tribunnews.com/Chaerul Umam
Diskusi yang digelar BPIP bertajuk 'Mewujudkan Negara yang Damai dan Toleran untuk Indonesia yang Lebih Maju', di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (10/12/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Said Aqil Siradj menegaskan nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Hal itu dikatakannya dalam diskusi bertajuk 'Mewujudkan Negara yang Damai dan Toleran untuk Indonesia yang Lebih Maju', di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Baca: Sindir Jokowi Tak Paham Pancasila, PKPI Minta Rocky Gerung Tak Asal Ngomong

Awalnya, ia bercerita perjalanan Nahdlatul Ulama (NU) yang menerima asas tunggal Pancasila karena tidak bertentangan dengan Islam.

"Muktamar ke-27 di Situbondo NU menerima asas tunggal Pancasila karena dari kelima sila tidak ada yamg bertentangan dengan agama Islam," kata Said Aqil Siradj.

"Justru itu (Pancasila) adalah nilai-nilai Islam, yakni ketuhanan, kemanusiaan, persatuan musyawarah semuanya ada semua itu di Al-Qur'an. Yang terakhir itu keadilan sosial, di Al-Qur'an itu banyak sekali kata-kata adil," imbuhnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Selanjutnya, ia menekankan kehidupan berbangsa dan bernegara berlandaskan Pancasila.

Namun, kata Said, pada kenyataannya nilai-nilai Pancasila belum diterapkan.

Ia menyorot ketimpangan sosial yang terjadi di banyak wilayah Indonesia.

Baca: Peringatan Hari HAM Sedunia, Kontras Soroti Perlindungan HAM di Era Jokowi

Kata Said, hal tersebut tak sesuai dengan pengamalan sila kelima yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Kemiskinan justru di tepi pusat kekayaan, tepi laut, tepi hutan, tepi tambang itu banyak orang miskin. Di pinggirnya tambang batu bara itu banyak orang miskin karena tambangnya punya orang Jakarta," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas