Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

IPW Prediksi Kasus Novel Baswedan Sulit Terungkap, Ini Alasannya

Neta S Pane mempresdiksi, 90 persen kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan sulit terungkap.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in IPW Prediksi Kasus Novel Baswedan Sulit Terungkap, Ini Alasannya
Ilham Rian Pratama/Tribunnews.com
Penyidik KPK Novel Baswedan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mempresdiksi, 90 persen kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan sulit terungkap.

Neta menilai, kasus ini dilakukan oleh individu bukan kelompok. Selain itu, barang bukti dan saksi dalam perkara ini juga sangat minim.

"Hal inilah yang membuat Polisi sulit menyelesaikan kasus ini. Kalau Presiden janji mau siapapun Kapolri dan Kabareskrimnya tetap sulit ungkap kasus ini," kata Neta saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019).

Neta juga menduga, kasus penyiraman air keras kepada Novel dilakukan oleh kalangan bawah dari individu. Bahkan, diduga dilakukan karena dendam pribadi kepada Novel.

Neta menyebut, jika kasus ini tak terungkap, maka Kapolri Jenderal Idham Azis sebagai pimpinan tertinggi Polri sama sekali tak memiliki dampak apa-apa.

"Saya kira tak ada dampak apa-apa. Ini hanya kasus kecil," jelas Neta.

Baca: IPW Kritik Naiknya Mantan Ajudan Jokowi Jadi Kabareskrim Polri

Rekomendasi Untuk Anda

Ia justru berharap, kasus pembunuhan terhadap pencuri sarang burung walet di Bengkulu yang diduga melibatkan Novel harus diungkap.

"Harusnya BAP dilimpahi ke Pengadilan karema keluarga korban memenangkan gugatan praperadilan. Karena ini korban mati sementara Novel yang ia alami hanya luka. Orang yang dia tembak kan mati, jadi harus diungkap," ungkapnya.

Diketahui, polisi belum bisa mengungkap kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan.

Hingga 2 tahun dan 8 bulan, berbagai upaya penyidikan kasus penyiraman air keras Novel Baswedan terus dilakukan.

Eks Kapolri Jenderal Tito Karnavian sempat membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TPGF) pada Januari 2019. Namun, hingga 6 bulan bekerja, TPGF pun nihil mendapatkan hasil.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas