Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penghapusan Ujian Nasional

Komisi X: Jangan Sampai Siswa Kita Kembali Menjadi Kelinci Percobaan

politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak ingin kebijakan baru pendidikan ini malah akan kembali menjadikan para siswa menjadi kelinci percobaan

Komisi X: Jangan Sampai Siswa Kita Kembali Menjadi Kelinci Percobaan
Tribunnews/JEPRIMA
Sejumlah siswa saat belajar bersama sebelum mengikuti Ujian Nasional Bersama Komputer (UNBK) di SMPN 1, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019). UN yang dilaksanakan terdiri dari Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNPK). Semua ujian dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia kecuali di Provinsi Papua, Papua Barat, dan NTT yang digelar pada 23-26 April 2019. (Tribunnews/Jeprima) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda mendukung keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Makarim menghapus Ujian Nasional (UN) dan menggantikannya dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter.

Tapi politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak ingin kebijakan baru pendidikan ini malah akan kembali menjadikan para siswa menjadi kelinci percobaan.

"Jangan sampai siswa kita menjadi kelinci percobaan kembali dalam sistem pendidikan dan dunia pendidikan kita," ujar Syaiful Huda membuka Rapat Dengan Mendikbud Nadiem Makarim di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Baca: UN Nasional Dihapus Tahun 2021, Jokowi Dukung Keputusan Mendikbud

Untuk itu ia ingin mengingatkan Nadiem, guru dan sekolah akan menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan kebijakan baru tersebut.

Lalu sejauh mana kompetensi dan kesiapan para guru dan sekolah dalam melaksanakan kebijakan baru itu

"Pertanyaannya apakah guru-guru kita suda siap untuk melaksanakan kompetensi minimum siswa dan survei karakter itu?" ucapnya.

Baca: Soal Penghapusan Ujian Nasional, Pengamat: Guru akan Lebih Berkreasi, dan Tidak Hanya Fokus untuk UN

Karena kata dia, pada saat bersamaan kualitas guru, pemerataan guru, sarana dan prasarana masih belum memadai.

"Karena itu kami ingin mendapatkan penjelasan yang lebih detail dari mas Nadiem? Jangan sampai siswa kita menjadi kelinci percobaan kembali dalam sistem pendidikan dan dunia pendidikan kita," ujarnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Berita Terkait :#Penghapusan Ujian Nasional

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas