Tribun

Hukuman Mati Koruptor

Polemik Hukuman Mati Koruptor, Amnesty International Sebut Jokowi Hanya Ingin Terkesan Tegas

Usman Hamid menilai pernyataan Presiden Jokowi soal wacana hukuman mati koruptor hanya ingin menimbulkan kesan tegas terhadap koruptor.

Penulis: Isnaya Helmi Rahma
Editor: Whiesa Daniswara
zoom-in Polemik Hukuman Mati Koruptor, Amnesty International Sebut Jokowi Hanya Ingin Terkesan Tegas
Nurmulia Rekso Purnomo/Tribunnews.com
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid 

TRIBUNNEWS.COM - Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid menilai pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal wacana hukuman mati koruptor hanya sebagai pencitraan.

Hal ini ia sampaikan dalam program Sapa Indonesia Pagi yang dilansir dari YouTube Kompas TV, Kamis, (12/12/2019).

Menurutnya, Jokowi hanya ingin menimbulkan kesan tegas bahwa pemerintah keras terhadap koruptor.

"Ada semacam kesan yang ingin ditimbulkan dengan pernyataan itu," ungkap Usman.

"Yakni bahwa pemerintah tegas dan keras dalam menyikapi tindakan pidana korupsi. Sehingga seolah-olah tidak ada kompromi," imbuhnya.

Pernyataan Usman ini didasari dengan kenyataan terkait hukuman untuk koruptor yang sangat kontras dengan pernyataan Jokowi itu.

"Tapi kalau kita lihat hasil penelitian misalnya ICW, itu 918 terdakwa dihukum ringan," ujar Usman.

"Artinya kurang lebih 80% dari seluruh penuntutan koruptor dipengadilan berakhir dengan hukuman sangat ringan," imbuhnya.

"Ada sekira 198 terdakwa yang mendapatkan hukuman sedang, dengan hukuman empat sampai sembilan tahun penjara," ungkap Usman.

"Sedangkan yang mendapat hukuman berat yakni diatas 10 tahun penjara, itu hanya 0,77%, dibawah 1%," tuturnya.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas