Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sempat Wacanakan Hapus UN tapi Nadiem yang Eksekusi, Anies Emoh Komentar

Wacana penghapusan UN sempat dilontarkan Anies Baswedan saat masih menjabat Mendikbud di tahun 2015.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Sempat Wacanakan Hapus UN tapi Nadiem yang Eksekusi, Anies Emoh Komentar
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Peserta ujian mengerjakan soal Bahasa Indonesia pada pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA/MA/SMAK hari pertama di SMA Negeri 5, Jalan Belitung, Kota Bandung, Senin (1/4/2019). UNBK 2019 tingkat SMA/MA/SMAK berlangsung selama 4 hari, yakni 1 April, 2 April, 4 April, dan 8 April 2019. Pelaksanaan UNBK di SMAN 5 Bandung diikuti 367 peserta yang dibagi dalam dua sesi dengan menggunakan lima ruangan. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan komentari keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang hapus ujian nasional (UN) pada 2021.

Menurutnya tidak etis jika dirinya yang pernah berada di posisi serupa, ikut-ikutan beropini.

"Saya menghormati Menteri Pendidikan (Nadiem), dan sebagai mantan Menteri Pendidikan, saya tidak ikut mengomentari. Kan etikanya begitu," kata Anies di Pura Segara Kemayu, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (11/12/2019).

Disinggung soal bagaimana kesiapan Jakarta menyambut terobosan Nadiem, Mendikbud periode 2014-2016 ini tetap bergeming.

"Begini. Saya tidak komentar soal kebijakan menteri, karena saya ingin menghargai etikanya ya begitu," tegas dia.

Wacana penghapusan UN sempat dilontarkan Anies Baswedan saat masih menjabat Mendikbud di tahun 2015.

Baca: Tak Semua Orangtua Setuju Mas Menteri Nadiem Hapus Ujian Nasional

Rekomendasi Untuk Anda

Tapi wacana tersebut tak kunjung terealisasi hingga Anies direshuffle oleh Presiden Joko Widodo pada 2016 silam.

Kini, wacana serupa kembali muncul ke permukaan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim membeberkan hal itu dalam Rapat Koordinasi bersama Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019).

"Pada tahun 2021, UN itu akan diganti menjadi asesmen kompetensi minimum dan survei karakter," katanya.

Artinya, UN tahun 2020 jadi yang terakhir. Sedangkan pada 2021 ujian kelulusan siswa akan diganti denfan asesmen kompetensi minimum dan survei karakter.

Perubahan program UN ini termasuk dalam empat program pokok kebijakan pendidikan "Merdeka Belajar".

Program tersebut meliputi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas