Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Staf Khusus Presiden Jokowi: Ini Pesan Positif kepada KPK

Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Dini Purwono angkat bicara terkait kritikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengkritik KPK bekerja sporadis.

Staf Khusus Presiden Jokowi: Ini Pesan Positif kepada KPK
TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Dini Purwono angkat bicara terkait kritikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengkritik KPK bekerja sporadis.

"Ini adalah suatu pesan positif dari Presiden kepada KPK. Presiden hanya ingin mengajak KPK untuk bekerja dengan lebih terarah dan sistematis," tegas Dini dalam keterangannya Kamis (12/12/2019).

Dini menjelaskan pemberantasan korupsi secara efektif tidak boleh terfokus hanya pada upaya penindakan, tapi juga upaya pencegahan.

Baca: KPK dan LIPI Usul Pendanaan Parpol Naik Jadi Rp8.461 per Suara

Karenanya setiap penindakan harus dijadikan bahan evaluasi dan diikuti dengan perbaikan sistem agar pelanggaran serupa tidak terjadi lagi atau dapat dimitigasi dengan mudah di kemudian hari.

"Jadi pendekatan yangg diambil harus menyeluruh, baik dari sisi preventif maupun korektif. Termasuk juga dengan menggarap secara serius kurikulum pendidikan anti korupsi di seluruh sekolah di Indonesia," tuturnya.

"Pembuatan program-program yang efektif untuk menanamkan semangat anti korupsi, nilai kejujuran, disiplin, kerja keras sejak usia dini. Pekerjaan KPK akan menjadi semakin ringan seiring dengan semakin mengakarnya budaya anti korupsi dalam kehidupan rakyat Indonesia" ujar Dini.

Termasuk harus diatur pula strategi secara cermat dalam menggarap fokus area. KPK akan mulai membenahi sistem dari mana. Melakukan analisa mana yang harus digarap terlebih dahulu agar perbaikan sistem efektif.

Dimana sumber permasalahannya.

Apakah akan mulai dengan membenahi sistem di pemerintahan pusat, pemerintahan daerah, kepolisian, kejaksaan, sistem berusaha, atau apa.

"Pada intinya Presiden hanya ingin kinerja KPK bisa menjadi lebih efektif dan efisien," tambahnya.

Sebelumnya Presiden Jokowi merasa perlu adanya evaluasi terkait dengan program pemberantasan korupsi yang sudah berjalan hampir 20 tahun.

Karena itu Presiden bakal bertemu pimpinan KPK serta dewan pemgawas yang baru pascaberlakunya UU no 19 tahun 2019 tentang perubahan UU KPK.

" Oleh sebab itu saya akan segera bertemu dengan KPK untuk menyiapkan hal terkait perbaikan sistem, baik rekrutmem sistem di politik. Lalu mengenai fokus di KPK apakah perbaikan di sisi eksekutif, daerah atau sisi pemerintah pusat atau kepolisian atau kejaksaan. Sehingga harus ditentukan fokusnya, tidak sporadis, evaluasi sangat perlu," ujar Jokowi di SMK 57, Jakarta, Senin (9/12/2019).

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas