Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Alexander Marwata Siap Kerja Sama dengan Dewan Pengawas KPK Pilihan Jokowi

Alexander Marwata siap bekerja sama dengan Dewan Pengawas KPK pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Alexander Marwata Siap Kerja Sama dengan Dewan Pengawas KPK Pilihan Jokowi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terpilih periode 2019-2023 Alexander Marwata siap bekerja sama dengan Dewan Pengawas KPK pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Terlebih Keberadaan lima anggota dewan pengawas ini merupakan konsekuensi dari berlakunya Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK.

"Ya sangat siap dong. Sebetulnya di mana-mana lembaga itu kan memang ada yang mengawasi. Jadi enggak ada persoalan," ucap Alex, Selasa (17/12/2019).

Baca: Jokowi Sebut Impor Migas Sebabkan Perekonomian Indonesia Tidak Bergerak

Baca: 12 Pegawai KPK Mundur, Alexander Marwata Jamin Kinerja KPK Tidak Terganggu

Baca: Peringatkan Pihak yang Sering Impor Migas, Jokowi: Hati-Hati, Saya Ikuti Kamu!

Alex meyakini kerja KPK kedepan di era Firli Cs baik pencegahan maupun penindakan akan semakin bagus.

Terlebih dengan keberadaan Dewan Pengawas yang merupakan perintah UU KPK.

"Nanti pekerjaan KPK semuanya diawasi, bagus kan. Nanti ada yang mengawasi," tegasnya.

Alex juga mengaku tidak tahu siapa saja sosok yang bakal dilantik menjadi Dewan Pengawas

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, pemilihan anggota dewan pengawas KPK yang pertama ini sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden Jokowi.

"Itu kan kewenangan presiden untuk yang pertama kan begitu. Ya sudah kita tunggu saja. Saya pikir anggotanya pasti juga dengan memperhatikan latar belakang," imbuhnya.

Untuk diketahui pelantikan pimpinan KPK yang baru, dilakukan pada 20 Desember 2019 bersamaan dengan pelantikan Dewan Pengawas.

Sebelumnya, Jokowi menegaskan tidak ingin salah dalam memilih anggota Dewan Pengawas. Ia khawatir nantinya masyarakat tak puas, terlebih sampai mem-bully para anggota Dewan Pengawas KPK.

"Jangan sampai kami keliru, kemudian masyarakat ada yang tidak puas, kemudian malah di-bully. Kasihan," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/12/2019) lalu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas