Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Komisi VI DPR Dorong Dewan Direksi Jiwasraya Hadapi Para Nasabah

"Kita mendorong dewan direksi PT Jiwasraya membangun strategi komunikasi untuk menghadapi para nasabah agar ada kejelasan," katanya

Komisi VI DPR Dorong Dewan Direksi Jiwasraya Hadapi Para Nasabah
DPR RI
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung mendorong dewan direksi baru PT Asuransi Jiwasraya (Persero) untuk berkomunikasi dengan para nasabah yang telah lama menunggu nasibnya.

"Kita mendorong dewan direksi PT Jiwasraya membangun strategi komunikasi untuk menghadapi para nasabah agar ada kejelasan," katanya, Selasa (17/12/2019).

Baca: Tak Ada Satu pun Pejabat Kementerian BUMN Temui Korban Jiwasraya

Dia mengungkapkan, Komisi VI merekomendasikan untuk membentuk panitia kerja (panja) atau panitia khusus (pansus) terkait dengan permasalahan PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

"Kami juga akan segera melakukan rapat internal untuk memutuskan apakah akan membentuk panja atau pansus untuk menyelamatkan para nasabah dan juga Jiwasraya ini sendiri," ujarnya.

Politikus NasDem itu menambahkan, PT Asuransi Jiwasraya wajib segera membuat rencana strategis dalam menyelesaikan masalah ini. Komisi VI juga membuka pintu diskusi yang selebar-lebarnya kepada PT Jiwasyara untuk menyelamatkan perusahaan BUMN ini.

"Segera PT Jiwasyara membuat rencana strategis dan kami pun akan menjadi mitra diskusi PT Jiwasraya untuk kita sama-sama selamatkan perusahaan milik negera ini," tutup Martin.

Jiwasraya diketahui memiliki total ekuitas atau selisih aset dan kewajiban minus Rp 23,92 triliun.

Angka tersebut berasal dari jumlah aset per kuartal III/2019 Rp 25,6 triliun, sedangkan utangnya mencapai Rp 49,6 triliun.

Baca: Minta Kejelasan Pembayaran Klaim, 15 Korban Jiwasraya Datangi Kantor Erick Thohir

Selain itu, kerugian Jiwasraya per September 2019 mencapai angka Rp 13,74 triliun.

Sedangkan, perusahaan BUMN ini juga memiliki total kewajiban klaim asuransi sebesar Rp 16,3 triliun.

Ikuti kami di
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas