Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Megawati Rindu Sosok Perempuan Jadi Presiden, Sinyal Usung Puan?

Hasto Kristiyanto mengatakan pihaknya tak pernah membedakan setiap warga negara, terutama perempuan yang terjun di ranah politik.

Megawati Rindu Sosok Perempuan Jadi Presiden, Sinyal Usung Puan?
Vincentius Jyestha
Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyatakan rindu adanya sosok perempuan yang berminat menjadi presiden atau wakil presiden.

Apakah pernyataan Megawati di Hotel Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta Selatan, Minggu (22/12), adalah tanda akan diusungnya Puan Maharani dalam Pilpres selanjutnya?

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan pihaknya tak pernah membedakan setiap warga negara, terutama perempuan yang terjun di ranah politik.

Baca: Peringati Hari Ibu, Menkeu Sri Mulyani: Perempuan Biasanya Dianggap sebagai Pengecualian

Baca: PDI-P Belum Bahas Rekomendasi Cawalkot Solo, Hasto Kristiyanto Ungkap Survei Tak akan Jadi Patokan

"Boleh dilihat PDIP yang paling konsisten, kami punya bupati perempuan terbanyak. Kader-kader politik perempuan kalau dilihat secara agregat, kepala daerah, wakil kepala daerah, pimpinan dewan, struktur partai, yang paling banyak perempuan adalah PDIP," ujar Hasto, di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (23/12/2019).

Politikus kelahiran Yogyakarta tersebut enggan membahas lebih detail terkait apakah pernyataan Megawati merupakan tanda akan mengusung sang putri.

Namun, Hasto menegaskan salah satu maksud ucapan Megawati adalah untuk mendorong perempuan-perempuan lain terjun ke ranah politik.

"Jadi yang dimaksudkan ibu adalah mendorong perempuan yang lain supaya memproses hal yang sama tanpa membedakan warga negara," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri bicara soal pentingnya peran perempuan dalam dunia politik dalam seminar bertema 'Perempuan Hebat untuk Indonesia Maju.'

Megawati menilai, saat ini partisipasi perempuan dalam dunia politik masih sangat minim. Bahkan, Megawati mengaku sangat rindu ada sosok presiden atau wapres yang merupakan perempuan.

"Saya sangat merindukan sekiranya sudah ada mulai yang namanya kaum perempuan yang berkeinginan menjadi wapres, menjadi presiden, why not? Tidak ada suara seperti itu, padahal yang harus mengumandangkan adalah kalian sendiri," ujar Megawati di Hotel Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta Selatan, Minggu (22/12).

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas