Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Nadiem Makarim Dorong PAUD Benahi Diri, Tak Hanya Jadi Tempat Penitipan Anak

Mantan CEO Gojek ini menilai, PAUD yang ideal adalah PAUD yang memiliki pengajar yang sungguh-sungguh mencintai anak-anak

Nadiem Makarim Dorong PAUD Benahi Diri, Tak Hanya Jadi Tempat Penitipan Anak
Dok Humas Kemendikbud
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI (Mendikbud RI) Nadiem Anwar Makarim bersama Ibu Menteri Franka Nadiem Anwar Makarim meresmikan penggunaan gedung baru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) KM "0" yang telah selesai direnovasi di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (23/12/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI (Mendikbud) Nadiem Makarim mendorong Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berbenah.

Nadiem Makarim tak menginginkan PAUD hanya menjadi tempat penitipan anak saja.

Baca: Nadiem Makarim dan Istri Resmikan Gedung Paud Percontohan Kemendikbud

Mantan CEO Gojek ini menilai, PAUD yang ideal adalah PAUD yang memiliki pengajar yang sungguh-sungguh mencintai anak-anak.

"Itu yang penting. Walaupun prasarana juga penting. Kebatinan antara guru dan kualitas guru itu masih yang paling penting. Bagiamana interaksi antara orang dewasa dan anaknya. Karena kalau tidak begitu nanti ujungnya hanya jadi tempat penitipan anak aja. Hanya bermain, tapi tanpa ada kualitad guru yg baik, hubungan kebatinan itu yang penting," ujarnya saat ditemui saat peresmian gedung baru PAUD km "0", di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud RI), Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (23/12/2019).

Selain kualitas pengajar atau guru yang diperbaiki, faktor lain untuk membentuk karakter anak dalam PAUD adalah memperhatikan kualitas program, permainan dan buku.

"Baru fasilitas seperti buku, mainan, program, apakah ada logika dalam setiap permainan di situ. Apakah telah terpikir, tentunya keamanan dan udara segar, hal-hal seperti itu penting. Tapi kuncinya 1 SDMnya dulu, pengajarnya itu yg penting," ucapnya.

Ke depan, Nadiem berharap agar Direktorat Jenderal PAUD dan Pendidikan masyarakat dapat menyusun riset terkait 'Children Driven' sebagai panduan menyusun program atau kurikulum PAUD.

"Menurut saya sebelum ada kebijakan atau langkah ke depan, langkahnya dulu yg harus diubah. Harus child driven. Harus di mulai dari anak dan kita harus mendengarkan anak. Kalau selama ini kita tidak mendengarkan anak itu, maupun lebih tua setara dengan kita bahwa mereka adalah mitra pembelajaran dengan guru dan staf-staf unit kita ini tidak akan terjadi. Jadi literasi itu bukan challenge dari calistung. Tapi bagaimana cara agar setiap anak mencintai buku dalam format apapun," ungkapnya.

Baca: Program Merdeka Belajar Nadiem Makarim, Hapus UN Hingga Sederhanakan RPP Jadi Satu Halaman

Hal itu juga diamini oleh Dirjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat Hariss Iskandar yang ditemui di lokasi yang sama.

"Dan yang paling utama memang kalau di paud itu, kriteria paling utama itu ya seperti mas menteri sampaikan, kasih sayang dan keberpihakan kepada anak yang nomor satu. Dari semua semua itu sebelum kompetensi-kompetensi lainnya. Guru memang ingin memperbaiki keadaan tanpa kita suruh. Tanpa disuruh oleh pemerintah, tanpa disuruh oleh atasannya, itu sudah mempunyai inklinasi selalu untuk memberikan nasihat atau advice atau saran-saran kepada guru," lainnya untuk lebih baik," tutur Harris.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas