Peringatan Dini BMKG Cuaca Ekstrem pada Libur Natal dan Tahun Baru 2020
Dalam rilisnya, BMKG menyebut sejumlah wilayah di Indonesia akan terjadi distribusi curah hujan yang cukup signifikan pada libur Natal dan Tahun Baru.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Peringatan dini cuaca ekstrem telah dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Cuaca ekstrem yang disebutkan oleh BMKG ini akan terjadi pada libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.
Dalam rilis yang dikeluarkan BMKG menyebutkan, dalam sepekan terakhir, terjadi distribusi curah hujan cukup signifikan.
Wilayah yang terdampak curah hujan ini sebagian besar wilayah Sumatera, Kalimantan, Jabodetabek, Jawa Barat, Tengah, dan Timur, Sulawesi Selatan, dan Utara, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.
Kepala BMKG, Dr Dwikorita Karnawati mengatakan, kondisi ini diakibatkan adanya faktor dinamika atmosfer skala regional dan lokal terkini, yaitu adanya Monsun Asia.
Monsun Asia mulai menunjukkan aktivitas signifikan sehingga dapat menyebabkan peningkatan massa udara basah, terbentuknya pola konvergensi, perlambatan, dan belokan angin di beberapa wilayah.
Suhu muka laut di wilayah perairan Indonesia yang masih hangat dan mendukung pertumbuhan awan-awan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Dalam pantauan BMKG, Dwikorita menjelaskan hingga periode Dasarian II Desember 2019, berdasarkan jumlah ZOM, 74 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim penghujan.
Dwikorita mengimbau perlu diwaspadai potensi cuaca ekstrem dan hujan lebat pada periode libur natal 2019 dan tahun baru 2020.
Wilayah yang akan berpotensi terdampak cuaca ekstrem dan hujan lebat, akan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan.
Juga di Kep. Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan.
Serta du Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua Barat, dan Papua.
Umumnya hujan terjadi dimulai pada saat menjelang siang hingga sore hari.
Lebih lanjut, Dwikorita menjelaskan bagi masyarakat pesisir, nelayan, dan wisatawan pun perlu mewaspadai potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di beberapa wilayah perairan Indonesia, terutama periode 23 - 28 Desember 2019.
Gelombang setinggi 1.25 - 2.5 meter (Moderate Sea) berpeluang terjadi di:
- Perairan utara Sabang
- Perairan barat Aceh hingga Kep. Mentawai
- Perairan Enggano - Bengkulu
- Perairan barat Lampung
- Selat Sunda bagian selatan
- Perairan selatan Jawa hingga P. Sumba
- Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTB
- Selat Bali - Selat Lombok - Selat Alas bagian selatan
- Laut Sawu bagian selatan
- Perairan selatan P. Sawu hingga P. Rotte
- Samudra Hindia barat Sumatera
- Laut Natuna Utara
- Perairan Kep. Anambas - Kep. Natuna
- Laut Natuna
- Perairan timur Bintan hingga Lingga
- Laut Sulawesi
- Perairan Kep. Sangihe - Talaud
- Laut Maluku
- Perairan utara Halmahera
- Laut Halmahera
- Perairan utara Papua Barat hingga Papua
"Sementara untuk tanggal 27 & 28 Desember 2019 terjadi peningkatan gelombang laut setinggi 2,5-4 meter berpeluang terjadi di Perairan Selatan Jawa Tengah hingga Sumbawa, Samudera Hindia selatan Jawa Tengah hingga Sumba dan Laut Natuna Utara," ujar Dwikorita.
Berikut sejumlah wilayah yang berpotensi hujan lebat pada Rabu (25/12/2019) besok:
- Sumatera Utara
- Sumatera Barat
- Jawa Tengah
- Bali
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Timur
- Gorontalo
- Sulawesi Tengah
- Papua Barat
Wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai angin kencang, kilat/petir adalah :
- Aceh
- Riau
- Bengkulu
- Jambi
- Sumatera Selatan
- Kep. Bangka Belitung
- Lampung
- Jawa Barat
- Jabodetabek
- Yogyakarta
- Jawa Timur
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Utara
- Kalimantan Selatan
- Sulawesi Utara
- Sulawesi Barat
- Papua
(Tribunnews.com/Whiesa)