Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ekspor Benih Lobster

Soal Polemik Ekspor Benih Lobster, Edhy Prabowo: Banyak Masyarakat yang Lapar Akibat Permen Nomor 56

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo meminta polemik ekspor benih lobster tidak hanya dilihat dari satu sisi saja.

Soal Polemik Ekspor Benih Lobster, Edhy Prabowo: Banyak Masyarakat yang Lapar Akibat Permen Nomor 56
TRIBUN/DENNIS DESTRYAWAN
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. 

“Lobster ini kan ada penangkap benih lobster ada juga yang berusaha untuk membesarkannya ini kan juga dilarang karena dia harus diserahkan di alam sementara kita tahu kala di alam jumlahnya yang hidup itu tidak sampai satu persen, ada pelaku usaha melakukan kegiatan ini ditangkapi kan ini enggak boleh juga, kan ini harus ada jalan keluarnya," kata Edhy Prabowo.

Baca: Usulkan Pangandaran Jadi Lokasi Budi Daya Lobster, Ridwan Kamil Disemprot Susi: Mestinya Belajar!

Menurut Edhy Prabowo wacana dicabutnya larangan ekspor benih lobster dilakukan berdasarkan kajian.

Bila larangan ekspor benih Lobster diterapkan untuk menjaga ekosistem, maka satu opsi yang bisa diterapkan adalah pengusaha yang membesarkan lobster harus mengembalikan benihnya sebanyak 2,5 persen ke alam.

“Kita maunya lobster ini harus bermanfaat untuk semua masyarakat ada masyarakat pembesaran ada masyarakat pendederan dari benih yang transparan jadi bisa dibesarkan kita harapkan ini semua bisa ada jalan keluar,” katanya.

Edhy Prabowo meminta pihak pihak yang tidak setuju dengan rencana pencabutan Permen 56 memberikan masukan secara langsung bukan berdebat di publik.

Pihaknya mengkaji pencabutan larang tersebut karena selama ini banyak masyarakat yang lapar akibat peraturan itu.

“Kita mau bicara fakta bahwa ini ada pengembangan, ada upaya, ada masyarakat kita yang lapar gara-gara dilarang, gara-gara ada peraturan dibuat ini, ini yang harus dicari jalannya."

"Saya enggak melihat saya enggak benci dengan kebijakan yang dulu dilakukan tapi saya ingin mencari jalan keluar, kalau kebijakannya baik kan kami tidak akan juga ganggu ya,” pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas