Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Anggota Komisi V DPR Pertanyakan Data Potensi Banjir BMKG yang Meleset

Kenapa akurasi BMKG tentang prakiraan daerah potensi rawan banjir meleset jauh seperti ini.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Anggota Komisi V DPR Pertanyakan Data Potensi Banjir BMKG yang Meleset
Dok Warga Kayu Gede
Seekor kuda mati tenggelam saat banjir melanda bilangan Jalan Kayu Gede, Paku Jaya, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Rabu (1/1/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS Sigit Sosiantomo mempertanyakan akurasi data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi daerah rawan banjir.

Berdasarkan data Prakiraan Daerah Potensi Banjir Dasarian I dan II Januari 2020 yang dirilis BMKG di situs resminya, tidak ada potensi banjir besar di Jabodetabek, bahkan DKI Jakarta aman dari banjir.

"Kenapa akurasi BMKG tentang prakiraan daerah potensi rawan banjir meleset jauh seperti ini. Dalam rilis BMKG di website resminya, diperkirakan DKI Jakarta aman banjir pada dasarian I Januari 2020. Tapi, kenyataannya banjir besar. Begitu juga dengan daerah Jabodetabek lainnya semua diprediksi banjir rendah, tapi yang terjadi banjir sampai menenggelamkan rumah," kata Sigit, Kamis, (2/1/2020).

Baca: Sebut Banjir Jakarta Sudah Bisa Diprediksi, Ahli Tata Kota: Kita Belajar Ilmu Langitnya Dulu

Sigit menyesalkan rendahnya akurasi data BMKG dalam memprakirakan potensi banjir sehingga menyebabkan kurangnya antisipasi pemerintah dan warga.

Hal itu diperparah dengan tidak berjalannya early warning system bencana banjir, sehingga banyak warga yang terjebak dan ketidaksiapan pemerintah menangani bencana sehingga lambannya proses evakuasi dan distribusi bantuan, khususnya makanan, pakaian dan obat-obatan.

Baca: Rutan C1 KPK Kebanjiran, 6 Koruptor Sempat Diungsikan

"Ini bukan pertama kali terjadi. Tahun lalu BMKG juga melakukan kesalahan prediksi tsunami di Selat Sunda. Akibatnya banyak korban jiwa" katanya.

Seharusnya, sebagai lembaga Negara yang menyiapkan dan menganalisa data iklim menurut Sigit, BKMG bisa membuat prediksi yang akurat terlebih kita berada di daerah bencana.

Rekomendasi Untuk Anda

"Bagaimana bisa mewujudkan BMKG berkelas dunia demi menuju Indonesia selamat dan menjadi rujukan masyarakat internasional kalau datanya saja sering tidak akurat," pungkas Sigit.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas