Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ray Rangkuti Kritisi Pengawasan KPK yang Berlapis

Ray Rangkuti pun menyampaikan alasannya, mengapa mengkritisi pengawasan terhadap KPK

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ray Rangkuti Kritisi Pengawasan KPK yang Berlapis
Gita Irawan/Tribunnews.com
Pengamat politik dan pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lingkar Madani Ray Rangkuti usai diskusi di kawasan Menteng Jakarta Pusat pada Senin (19/12/2019). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Mafani Fidesya Hutauruk

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pegiat antikorupsi Ray Rangkuti mengkritisi terkait pengawasan yang berlapis terhadap organisasi komisi pemberantasan korupsi (KPK).

Ray Rangkuti mempertanyakan apa yang membuat lembaga independen seperti KPK diawasi oleh banyak pihak.

Baca: Ada 2 Orang Diduga Utusan DPP PDIP dalam Rangkaian Kasus Komisoner KPU

Ia pun menyampaikan alasannya, mengapa mengkritisi pengawasan terhadap KPK.

"Karena ini sudah berlapis-lapis. KPK ini diawasi oleh lima orang (pimpinan), lalu lima orang ini diawasi oleh dewan pengawas (dewas). Kemudian dewas diawasi juga oleh presiden. Lembaga legislatif, DPR juga mengawasi," ucap Ray Rangkuti dalam diskusi yang digelar oleh organisasi Vox Point Indonesia di gedung Sanggar Prathivi, Jakarta Pusat, Kamis, (09/1/2020) 

Pada diskusi yang mengangkat tema Menanti Kinerja Pimpinan Baru KPK itu dirinya menanyakan apa tujuan pengawasan yang berlapis tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Buat apa satu organisasi diawasi begitu ketat. Apakah KPK ini organisasi yang begitu bahaya?" katanya.

Baca: Hendak Menjalankan Ibadah Salat, Tim KPK Diperiksa dan Dites Urine di PTIK

Ia menilai jika terlalu banyak pihak yang mengawasi KPK menjadikan lembaga tersebut tak lagi memiliki independensi.

"Banyak banget untuk satu organisasi yang bernama KPK. Kita berharap mereka luwes, tapi gimana luwesnya kalo yang ngawasin berlapis-lapis," ucapnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas