Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kemendagri dan BNPP Dukung Program P4GN BNN

Tito Karnavian yang juga sebagai Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dikatakan Kapuspen mendukung sinergi

Kemendagri dan BNPP Dukung Program P4GN BNN
Puspen Kemendagri
Kapuspen Kemdagri, Bahtiar. Kepala BNN, Heru Winarko, Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Arman Depari, di kantor Kemendagri, Senin (20/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) menyatakan dukungan sepenuhnya atas program P4GN atau Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika.

Hal itu diungkapkan Kepuspen yang juga Plt. Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar usai mendampingi pertemuan Mendagri dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) beserta rombongan di kantor Kemendagari, Jakarta, Senin (20/01/2020).

Baca: Pilkada Serentak 2020, Tito Karnavian Serahkan Independensi Sepenuhnya ke DKPP

“Pak Mendagri menyambut baik kunjungan dari Pak Kepala BNN beserta jajaran, saya kira ini hubungan yang sangat baik, dan Mendagri mendukung sepenuhnya apa yang disampaikan Pak Kepala BNN," ujar Bahtiar lewat keterangan puspen Kemendagri.

Mendagri M. Tito Karnavian yang juga sebagai Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dikatakan Kapuspen mendukung sinergi untuk menjaga perbatasan yang kerap menjadi jalur penyelundupan narkotika.

Baca: Dirjen Dukcapil Bantah Keluarkan Pernyataan Tunda Pencetakan 25 Juta Blangko KTP Elektronik

“Pak Mendagri selaku Kepala BNPP sangat mendukung usulan Pak Kepala BNN dan tim supaya nanti ada sinergi bagaimana unsur-unsur terkait atau lembaga-lembaga terkait di Pos Lintas Batas Negara itu bisa sinergi menjadi tim yang terpadu,” ujar Bahtiar.

Sementara itu Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI Irjen Pol Arman Depari mengatakan, pertemuan kedua belah pihak lebih diarahkan pada aspek pencegahan, atau bagaimana menghadapi serangan narkotika dari luar negeri.

“Ada dua hal yang ingin kita peroleh dalam kesempatan pagi hari ini, yang pertama tentu saja bagaimana kita menghadapi serangan narkoba dari luar negeri, dan yang kedua bagaimana kita memperlakukan masyarakat-masyarakat kita supaya mereka terlindung dari penyalahgunaan narkoba itu, salah satunya tadi menjaga perbatasan darat, laut dan udara,” ujar Arman.

Baca: Sebut Dituduh Jadi Otak Pembunuhan, Kivlan Zen Minta Wiranto dan Tito Karnavian Hadir di Persidangan

Arman berujar pertemuan tersebut diharapkan Pemerintah Pusat hingga Daerah mulai melakukan pelayanan terhadap masyarakat terkait pelaksanaan assessment berupa rehabilitasi.

Terkait rehabilitasi dikatakan Deputi Bidang Pemberantasan BNN tersebut bukan tupoksi dari BNN, sehingga perlu adanya kordinasi baik dari pemerintahan pusat maupun daerah.

“Kemudian yang kedua terkait yang dipertanyaan assessment apa kaitannya, karna bagaimanapun assessment itu muaranya ada rehabilitasi, nah kalo rehabilitasnya ditangani semua oleh BNN, bukan tupoksinya karena BNN bukan merupakan Kementerian yang mengurusi masalah kesehatan dan sosial. Oleh karena itu dengan pertemuan ini diharapkan Pemerintah mulai dari Pusat sampai ke Daerah ikut ambil bagian memberikan pelayanan terhadap masyarakat kita,” tutup Arman.

Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas