Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

BNPT Sebut Indonesia Urutan ke 35 dari 138 Negara Terdampak Terorisme

Sementara data Global Terrorism Index menunjukkan posisi pertama ditempati oleh Afganistan

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in BNPT Sebut Indonesia Urutan ke 35 dari 138 Negara Terdampak Terorisme
Tribunnews.com/Nicolas Manafe
Direktur Kerjasama Regional dan Multilateral Kedeputian III BNPT, Andhika Chrisnayudhanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia disebut tidak termasuk dalam kategori negara dengan tingkat terorisme yang tinggi.

Deputi Kerjasama Internasional Badan Nasional Terorisme (BNPT) Andhika Chrisnayudhanto menjelaskan, dalam data Global Terrorism Index tahun 2019, Indonesia berada di urutan ke 35 dari 138 negara yang terdampak terorisme.

Baca: Mayoritas WNI di Suriah yang Teridentifikasi Teroris adalah Anak-anak dan Perempuan

Sementara data Global Terrorism Index menunjukkan posisi pertama ditempati oleh Afganistan.

"Indonesia itu masuk ranking 42 sekarang mungkin ranking 35. Tapi kita dimasukan dalam negara yang diklasifikasikan medium impact," kata Andhika di Hotel Gran Melia, Jakarta, Kamis (23/1/2020).

"Maksudnya kita memang ter-impact tapi kita tidak high impact. Maksudnya tidak sebesar negara-negara yang misalnya di kawasan Timur Tengah," sambungnya.

Andhika mengatakan, penyebab utama munculnya terorisme adalah konflik dalam suatu negara.

Sedangkan di Indonesia, lanjutnya, belum ada konflik besar yang memicu terorisme dalam tingkat lebih tinggi.

Rekomendasi Untuk Anda

"Nah penyebab utama dari terorisme itu justru malah yang lahir di daerah-daerah yang sifatnya yang ada konflik," ujarnya.

Dia menjelaskan, Indonesia termasuk negara yang damai.

Hal itu ia katakan berdasarkan data Global Peace Index yang menyebut Indonesia sebagai high peace full country atau negara dengan tingkat kedamaian yang tinggi.

"Kalau kita lihat juga dari laporan Global Peace Index indonesia itu sendiri disebut high peace full country," imbuhnya.

Baca: LPSK Catat Jumlah Permohonan Perlindungan Kasus Terorisme Melonjak 129 Persen Pada 2019

Meski masuk dalam Global Peace Index, Andhika menegaskan unsur-unsur yang penyebab radikalisme di Indonesia tetap ada.

"Kalau kita lihat penelitian dilakukan oleh civil society organization di indonesia misalnya salah satu dari Wahid Foundation di situ ada peningkatan radikalisme di kalangan pelajar. Nah itu ada. Nah inilah yang kita akan coba cegah kita tanggulangi," ucap Andhika.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Indonesia Peringkat ke 35 dari 138 Negara yang Terdampak Terorisme

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas