Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Suap Gubernur Gatot Pujo, 64 Anggota DPRD Sumut Jadi Tersangka

Total sudah 64 anggota DPR periode 2009-2014 dan 2014-2019 menjadi tersangka kasus tersebut.

Kasus Suap Gubernur Gatot Pujo, 64 Anggota DPRD Sumut Jadi Tersangka
Tribun Medan
Anggota DPRD Sumut periode 2009-2014, Japorman Saragih membantah penetapan tersangka atas dirinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan kasus mantan Gubernur Gatot Pujo Nugroho. 

"Kasus ini sekali lagi menunjukkan bagaimana korupsi yang dilakukan secara massal dengan memanfaatkan pelaksanaan fungsi dan kewenangan legislatif sebagai pintu yang membuka peluang terjadinya kongkalingkong antara eksekutif dan legislatif untuk mengamankan kepentingan masing-masing ataupun mengambil manfaat untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya," jelas Ali.

Dalam kasus ini, Gatot Pujo sudah divonis 4 tahun 2 bulan penjara lantaran terbukti menyuap para anggota DPRD sebesar Rp 61 miliar.

Selain itu, Gatot Pujo Nugroho dan istri, Evy Susanti juga ditetapkan sebagai tersangka pemberian suap dalam proses penanganan perkara bantuan daerah, tunggakan dana bagi hasil, dan penyertaan modal sejumlah BUMD di Provinsi Sumut.

Gatot juga pernah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi dana bansos tahun 2013.

Gatot dan istri, Evy Susanti, juga menjadi tersangka suap kepada tiga hakim dan panitera PTUN Medan melalui pengacaranya, OC Kaligis.

Rangkaian kasus korupsi yang menjerat Gatot Pujo berawal dari operasi tangkap tangan dugaan suap pengacara, hakim dan panitera PTUN Medan pada 8 Juli 2015.

Baca: KPK Tetapkan 14 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara Jadi Tersangka Kasus Suap Gatot Pujo Nugroho

Baca: Koordinator ICW Sebut Kasus Harun Masiku Tangga Menuju Kasus yang Lebih Besar: Ada Aktor Besar!

Gatot dan istri diduga melalui anak buah OC Kaligis yang bernama M Yagari Bhastara Guntur alias Gary, menyuap tiga hakim dan panitera PTUN Medan sebesar 17 ribu dolar AS dan 5 ribu dolar Singapura.

Duit suap itu untuk mempengaruhi putusan majelis hakim PTUN Medan atas gugatan pengujian kewenangan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara terhadap penyelidikan dugaan korupsi Dana Bansos, Bantuan Daerah Bawahan (BDB), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Penahanan Pencairan Dana Bagi Hasil (DBH) pada Provinsi Sumut. (tribun network/ilh/coz)

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas