Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

BNPB: Hampir Semua Ancaman Bencana Permanen

Dari sejumlah riset menunjukan bahwa gempa dan tsunami adalah kejadian berulang. Untuk peristiwa seperti ini tentu tidak bisa kita cegah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in BNPB: Hampir Semua Ancaman Bencana Permanen
TRIBUNNEWS/IGMAN IBRAHIM
Kepala BNPB Doni Monardo 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan bahwa eskalasi jumlah bencana dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.

Berkaca dari bencana yang terjadi dalam satu dekade terakhir, hampir semua bencana ancamannya permanen dan selalu berulang.

" Oleh karenanya perlu dicari solusi yang juga permanen," kata Doni dalam Rekornas Penanggulangan Bencana 2020 dengan tajuk 'Penanggulangan Bencana Urusan Bersama: Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita' di SICC, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/2/2020).

Doni mencontohkan pada musim hujan maka Indonesia dihadapkan pada ancaman bencana banjir, banjir bandang, tanah longsor, abrasi pantai dan angin puting beliung. Sedangkan ancaman pada musim kemarau yakni kekeringan, serta kebakaran dan lahan diikuti oleh bencana kabut asap. 

Baca: Kepala BNPB Pastikan Lokasi Observasi WNI di Natuna Jauh dari Pemukiman: Warga Tak Perlu Khawatir

Belum lagi klaster bencana yang sifatnya sewaktu-waktu muncul tanpa diketahui akan terjadi. Seperti gunung api meletus, juga gempa diikuti tsunami. 

"Dari  sejumlah riset menunjukan bahwa gempa dan tsunami adalah kejadian berulang. Untuk peristiwa seperti ini tentu tidak bisa kita cegah. Namun harus kita mitigasi dan kita hindari," katanya.

Baca: BNPB Luncurkan Uji Coba Layanan Operasional Call Center 24 Jam Untuk Penanggulangan Bencana

Sementara itu bencana non alam lainnya juga memerlukan kesiapsiagaan seperti gagal teknologi, limbah dan wabah penyakit seperti virus corona. Menurut Doni dalam menghadapi sejumlah bencana tersebut diperlukan kerjasama semua pihak. 

Rekomendasi Untuk Anda

"Perlunya kesadaran kolektif semua pihak karena sejumlah bencana yang terjadi disebabkan oleh perlilaku manusia. 

Oleh karenanya tanpa terkecuali kita semua wajib gotong royong, urun rembuk menkontribusikan pikiran dan bakti dalam rangka pengurangan risiko bencana," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas