Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Presiden Minta Galakkan Penanaman Mangrove di Pantai

Presiden mengatakan Indonesia berada di kawasan yang rentan diguncang gempa bumi. Oleh karena itu butuh penghalang di setiap pantai

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Presiden Minta Galakkan Penanaman Mangrove di Pantai
Fransiskus Adhiyuda
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana 2020 dengan tajuk 'Penanggulangan Bencana Urusan Bersama: Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita' di SICC, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan ancaman bencana tsunami di Indonesia dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana 2020 dengan tajuk 'Penanggulangan Bencana Urusan Bersama: Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita' di SICC, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/2/2020).

Presiden meminta adanya upaya untuk meminimalisir ancaman terjangan tsunami tersebut.

"Tsunami harus pikirkan dirancang lagi di pantai ditanam mangrove. Jangan lupakan mangrove. Cemara laut. Beringin," katanya.

Presiden mengatakan Indonesia berada di kawasan yang rentan diguncang gempa bumi. Oleh karena itu butuh penghalang di setiap pantai agar terjangan air laut akibat tsunami tidak langsung ke rumah penduduk.

Baca: Jokowi Instruksikan Penanggulangan Bencana Dilaksanakan secara Kolaborasi

"Ini akan hambat, mengurangi. Kita tahu kita berada pada kawasan yang ada gempa bumi, yang mungkin tsunami, kalau tidak ada penghalangnya langsung ke rumah pemukiman sangat berbahaya," katanya.

Presiden mengatakan, ancaman kebencanaan setiap tahunnya cenderung meningkat di Indonesia. Oleh karena itu menurutnya butuh solusi permanen dalam menanggulangi bencana.

Rekomendasi Untuk Anda

"Dari tahun ke tahun, ancaman dan kejadian bencana cenderung semakin meningkat tidak hanya di Indonesia, tapi juga di negara-negara lain karena perubahan iklim global," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas